
Pantau - Perkembangan ekonomi global yang semakin multipolar membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pusat pertumbuhan baru seiring diversifikasi investasi, manufaktur, dan rantai pasok global.
Senior Economist DBS Group Research Radhika Rao menilai perubahan tersebut dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan daya tarik investasi berbasis teknologi sekaligus memperkuat rantai nilai domestik.
“Perkembangan ekonomi global yang semakin multipolar membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan baru, seiring dengan semakin terdiversifikasinya investasi, manufaktur, dan rantai pasok global," ujar Radhika dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Asia tercatat tetap menjadi salah satu tujuan utama investasi asing global pada 2025 dengan arus Penanaman Modal Asing (PMA) di Asia Timur mencapai sekitar 245 miliar dolar AS.
Asia Tenggara mencatat peningkatan PMA dari sekitar 225 miliar dolar AS pada 2024 menjadi hampir 250 miliar dolar AS pada 2025.
Investasi Asing ke Asia Tenggara Terus Tumbuh
Pertumbuhan PMA tersebut menempatkan Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan investasi asing tercepat di dunia.
Relokasi rantai pasok global, ekspansi sektor manufaktur, serta meningkatnya minat investor internasional terhadap pasar ASEAN menjadi sejumlah faktor yang mendorong peningkatan investasi.
DBS Group Research mencatat tren global China+1 dan Taiwan+1 turut menjadi faktor pendorong arus investasi menuju kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Agenda hilirisasi Indonesia dan prospek pertumbuhan PMA di ASEAN juga dinilai dapat mendukung masuknya investasi baru.
"Keunggulan Indonesia ke depan tidak hanya terletak pada sumber daya alam dan ukuran pasar, tetapi juga pada kemampuannya menarik investasi berbasis teknologi, memperkuat rantai nilai domestik, mengembangkan ekonomi digital, serta menjaga stabilitas kebijakan dan makroekonomi," kata Radhika.
Indonesia Berpeluang Perkuat Industri Teknologi
Kombinasi sumber daya alam, pasar yang berkembang, dan dukungan kebijakan dinilai memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengambil posisi lebih besar dalam rantai pasok kawasan.
Indonesia memiliki potensi menjadi pemain penting dalam ekosistem teknologi, elektronik, semikonduktor, dan kendaraan listrik di Asia.
Kemampuan menarik investasi berbasis teknologi dan mengembangkan ekonomi digital menjadi salah satu faktor yang menentukan penguatan posisi Indonesia.
Stabilitas kebijakan dan kondisi makroekonomi juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Indonesia bagi investor internasional.
Suku Bunga AS Bisa Pengaruhi Arus Modal
Arah suku bunga Amerika Serikat dan kondisi pasar global diperkirakan turut memengaruhi arus modal, nilai tukar rupiah, serta pendanaan Indonesia menuju 2027.
Kondisi tersebut membuat perusahaan multinasional perlu memperhitungkan perubahan biaya modal dalam menyusun perencanaan keuangan.
Indonesia memiliki peluang memanfaatkan perubahan struktur ekonomi global tersebut melalui penguatan investasi, hilirisasi, teknologi, dan rantai nilai domestik.
- Penulis :
- Aditya Yohan




