HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Kerahkan 350 Kapal Tanker untuk Menjaga Pasokan Energi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertamina Kerahkan 350 Kapal Tanker untuk Menjaga Pasokan Energi Nasional
Foto: (Sumber :Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.)

Pantau - Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 350 kapal tanker untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi energi ke berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto mengatakan ratusan kapal tersebut digunakan untuk mengangkut minyak mentah, produk bahan bakar, hingga LPG.

“Tak kurang dan tak lebih sebanyak 350 armada tanker baik minyak mentah, produk maupun LPG carrier kami operasikan,” kata Arif di sela temu media nasional di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Pertamina Kelola 11.508 Pelayaran per Tahun

Dari total armada tersebut, sebanyak 72 kapal tanker atau 20,6 persen merupakan milik Pertamina, sedangkan 278 kapal atau 79,4 persen merupakan armada carter.

Jumlah perjalanan kapal yang dikelola mencapai 11.508 pelayaran setiap tahun dengan total kargo sekitar 152,87 juta kiloliter per tahun.

Kargo tersebut didistribusikan untuk mengamankan pasokan energi pada sekitar 150 titik jaringan di Indonesia.

Jaringan itu mencakup terminal minyak mentah, kilang Pertamina, hingga lebih dari 100 terminal bahan bakar minyak (TBBM).

Indonesia memiliki delapan kilang, termasuk Kilang Unit IV Cilacap di Jawa Tengah yang menjadi salah satu kilang terbesar di Tanah Air.

Kilang Cilacap memiliki kapasitas produksi mencapai 348 ribu barel per hari atau sekitar 31 persen dari total kapasitas nasional.

Armada Tanker Dituntut Aman dan Andal

Arif mengatakan koordinasi menjadi faktor penting dalam setiap perjalanan kapal karena menyangkut kesiapan muatan, terminal, jadwal, standar keselamatan, hingga kondisi kapal tanker.

Logistik minyak dan gas memiliki peran vital dalam menjamin ketersediaan energi mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Menurut Arif, pengoperasian armada logistik tidak hanya bertujuan menggerakkan kapal tanker, tetapi juga memastikan ketersediaan energi, keberlanjutan pelayanan masyarakat, dan mutu produk tetap terjaga.

Karena itu, kegiatan logistik energi Pertamina dijalankan melalui sistem terpadu dan tidak berdiri sendiri.

“Tantangan yang kami hadapi adalah kami harus menyediakan armada kapal yang andal, yang aman, yang efisien dan berkelanjutan,” ucapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026