HOME  ⁄  Ekonomi

PBB Sebut Panas Ekstrem dan Ketergantungan Bahan Bakar Fosil Memperparah Inflasi Eropa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Sebut Panas Ekstrem dan Ketergantungan Bahan Bakar Fosil Memperparah Inflasi Eropa
Foto: (Sumber :Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. /ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono/am..)

Pantau - Sengatan panas ekstrem selama musim panas dan ketergantungan Uni Eropa terhadap impor bahan bakar fosil memperparah inflasi serta meningkatkan beban biaya rumah tangga, dunia usaha, dan pemerintah di Eropa.

Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Simon Stiell menyampaikan kondisi tersebut dalam pertemuan Komite Parlemen Eropa untuk Iklim dan Keamanan Pangan di Brussels, Belgia, Kamis (10/9).

Panas Ekstrem dan Krisis Bahan Bakar Tekan Eropa

“Gelombang panas yang luar biasa di Eropa pada musim panas ini terjadi di tengah krisis biaya bahan bakar fosil yang masih berlangsung, dan keduanya mendorong kenaikan harga bagi rumah tangga, dunia usaha, dan pemerintah dalam pukulan ganda yang mematikan,” kata Stiell.

Stiell menilai ketergantungan Eropa terhadap pasokan energi dari luar membuat perekonomian kawasan tersebut rentan terhadap perubahan harga bahan bakar.

“Ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil yang harganya bergejolak telah lama menjadi kelemahan ekonomi Eropa,” ungkapnya.

Menurut Stiell, rumah tangga dan pelaku usaha kembali menghadapi kenaikan tagihan pada tahun ini, sementara ancaman krisis energi juga membayangi musim dingin mendatang.

“Tahun ini, sekali lagi, rumah tangga dan dunia usaha harus menghadapi tagihan yang lebih tinggi. Kini, krisis bahan bakar lainnya pada musim dingin Eropa mulai mengancam akibat ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” kata Stiell.

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Picu Kerugian 180 Miliar Euro

Stiell mengutip sebuah kajian yang memperkirakan cuaca ekstrem selama musim panas tahun ini dapat menimbulkan kerugian sekitar 180 miliar euro atau 209 miliar dolar AS bagi Eropa.

Kerugian tersebut diperkirakan berasal dari hilangnya produktivitas tenaga kerja serta gangguan pada sektor pangan, energi, dan transportasi.

Pernyataan PBB tersebut menyoroti dampak bersamaan antara perubahan kondisi iklim dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil terhadap perekonomian Eropa.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026