HOME  ⁄  Ekonomi

Wayan Koster Tegaskan Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam dan Berkelanjutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wayan Koster Tegaskan Pembangunan Bali Harus Harmonis dengan Alam dan Berkelanjutan
Foto: (Sumber :Gubernur Bali Wayan Koster bahas pembangunan Bali harmonis dengan alam dalam ENSIA 2026, Denpasar, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/Ho-Pemprov Bali).)

Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan seluruh arah pembangunan di Bali harus berjalan secara harmonis dan berkelanjutan antara manusia dengan alam untuk menjaga keberlangsungan Pulau Dewata bagi generasi mendatang.

Koster menyampaikan prinsip tersebut saat menghadiri puncak penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 di Denpasar, Jumat (11/9/2026).

“Tidak boleh hidup sendiri, lalu mematikan yang lain, hidup yang menghidupi, urip yang menguripi, hidup harus harmonis dengan alam itulah ajaran leluhur dan menjadi konsep teknokratis pembangunan agar Bali terjaga dengan baik untuk masa depan generasi penerus,” kata Gubernur Koster.

Kelestarian Lingkungan Jadi Fondasi Pembangunan

Koster menilai semangat ENSIA 2026 sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai salah satu fondasi utama.

Visi pembangunan tersebut berbasis kearifan lokal dengan menempatkan penciptaan lingkungan bersih dan kehidupan sehat bagi seluruh makhluk hidup sebagai bagian penting pembangunan Bali.

Prinsip pembangunan ramah lingkungan juga diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang mengamanatkan aspek keberlanjutan dalam setiap pembangunan.

Pemerintah Provinsi Bali menjalankan komitmen tersebut melalui sejumlah kebijakan, termasuk penggunaan energi bersih dari hulu hingga hilir yang diatur melalui peraturan daerah dan peraturan gubernur.

Bali Dorong Pengembangan PLTS

Salah satu program prioritas yang dikembangkan Pemprov Bali adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah didorong sejak 2019 sebagai bagian dari transformasi menuju energi bersih.

Pengembangan PLTS di Bali mendapat dukungan pemerintah pusat dengan target pasokan listrik sebesar 1.000 megawatt (MW).

Target tersebut merupakan bagian dari program nasional pengembangan energi surya berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).

Kebijakan energi bersih menjadi bagian dari upaya Pemprov Bali menjalankan pembangunan yang tetap memperhatikan kelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti
FLOII 2026