
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk mendukung transportasi lintas pulau yang diselenggarakan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas melakukan pengecekan langsung terhadap distribusi BBM subsidi di Pelabuhan Ketapang untuk memastikan pelayanan penyeberangan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
"Kita melakukan pengecekan layanan distribusi BBM subsidi untuk mendukung kegiatan transportasi lintas pulau yang dilaksanakan oleh ASDP," kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.
Aktivitas Penyeberangan Meningkat Signifikan
Wahyudi menjelaskan aktivitas penyeberangan di ASDP Cabang Ketapang mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan kepadatan dan antrean kendaraan yang cukup panjang di kawasan pelabuhan.
"Sebagai informasi beberapa hari yang lalu memang terjadi peningkatan kegiatan layanan ASDP untuk menyeberangkan masyarakat, kendaraan, maupun angkutan barang dan terjadi kenaikan cukup signifikan," ujar dia.
Berdasarkan data ASDP Cabang Ketapang yang disampaikan Wahyudi, jumlah kendaraan roda dua yang menggunakan layanan penyeberangan meningkat sebesar 42 persen.
Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat dan angkutan penumpang meningkat sebesar 8 persen, sedangkan truk yang mengangkut kebutuhan logistik mengalami peningkatan sebesar 12 persen.
Selain lonjakan jumlah kendaraan, antrean di ASDP Cabang Ketapang dipengaruhi pembangunan untuk meningkatkan kapasitas dermaga sehingga pelayanan penyeberangan belum dapat berjalan secara normal.
BPH Migas Rekomendasikan Penambahan Kapal Besar
Untuk membantu mengatasi kepadatan tersebut, BPH Migas merekomendasikan kepada Kementerian Perhubungan agar mendatangkan kapal berkapasitas lebih besar untuk dioperasikan di ASDP Cabang Ketapang.
Penambahan kapal berukuran besar diharapkan meningkatkan kapasitas angkutan penyeberangan sehingga mampu melayani lonjakan masyarakat, kendaraan, dan angkutan barang.
"BPH telah merekomendasikan penambahan kapal ukuran besar untuk membantu peningkatan angkutan penyeberangan dengan dioperasikan menggunakan BBM subsidi dan semua telah menjalankan tugasnya dengan baik," katanya.
Kapal tambahan berkapasitas besar tersebut dapat dioperasikan menggunakan BBM subsidi untuk mendukung kegiatan angkutan penyeberangan.
Pasokan BBM Subsidi Capai 26 Kiloliter per Bulan
Berdasarkan data Pertamina Niaga, kebutuhan BBM subsidi di ASDP Cabang Ketapang mencapai sekitar 26 kiloliter (KL) setiap bulan.
BPH Migas memastikan kebutuhan tersebut dapat terdistribusi ke ASDP Cabang Ketapang dan sejauh ini tidak terdapat kendala dalam proses pendistribusiannya.
Terjaganya pasokan BBM subsidi diharapkan membuat operasional kapal penyeberangan tetap berjalan meski terjadi peningkatan signifikan aktivitas dan jumlah kendaraan yang menggunakan layanan ASDP Cabang Ketapang.
- Penulis :
- Arian Mesa




