HOME  ⁄  Ekonomi

Dekranasda Bali Angkat Tenun Endek Lewat Wastra Hitakara, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dekranasda Bali Angkat Tenun Endek Lewat Wastra Hitakara, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif
Foto: Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali mengadakan peragaan busana bertajuk Wastra Hitakara di Bangli, Bali, Jumat 11/9/2026 (sumber: Pemkab BanglI)

Pantau - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali mengangkat kekayaan kain tradisional Bali, khususnya tenun endek, melalui peragaan busana Wastra Hitakara di Alun-Alun Bangli sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster menyoroti semakin berkurangnya jumlah perajin kain endek karena penggunaan kain tersebut sebagai bahan sandang di kalangan masyarakat Bali masih minim.

“Perajin kain endek semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek perlu terus dilakukan,” kata Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster di Alun-Alun Bangli, Jumat.

Menurut Putri Koster, upaya memperkenalkan tenun endek kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kain tradisional Bali tetap hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuh Desainer Muda Eksplorasi Tenun Endek

Dalam peragaan busana Wastra Hitakara, Dekranasda Bali menggandeng tujuh desainer muda untuk menampilkan beragam karya berbahan kain tradisional tenun endek.

Ketujuh desainer tersebut adalah A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body and Mind Bali by Dayu Karang.

Keterlibatan para desainer muda menunjukkan wastra Bali masih memiliki ruang luas untuk dieksplorasi dan dikembangkan menjadi busana modern tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.

Nilai budaya yang melekat pada kain tradisional juga tetap dipertahankan meskipun desain busana disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Putri Koster yang merupakan istri Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Wastra Hitakara menjadi bagian dari upaya menjaga kain tradisional Bali agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Menurut dia, keberadaan kain tradisional tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga perlu dikembangkan melalui kreativitas agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya dan identitasnya.

Busana yang tampil di atas panggung tidak hanya menjadi tontonan karena pengunjung juga memperoleh kesempatan memilih dan langsung membeli karya yang diminati.

Konsep tersebut sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam kegiatan Wastra Hitakara.

IKM Bangli Didorong Perluas Pasar

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli Sariasih Sedana Arta mengapresiasi dipilihnya Kabupaten Bangli sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan peragaan busana Dekranasda Bali.

Menurut Sariasih, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia mengatakan perkembangan IKM di Kabupaten Bangli menunjukkan tren positif, baik dari peningkatan kualitas maupun semakin beragamnya produk yang dihasilkan.

Seiring perkembangan tersebut, pelaku IKM membutuhkan ruang promosi dan pemasaran yang semakin luas agar produk lokal mempunyai nilai tambah dan daya saing lebih kuat.

“Kami ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku IKM Bangli untuk menampilkan hasil karya terbaiknya. Kami ingin produk lokal Bangli tidak hanya mampu bertahan, tetapi terus berkembang, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ucap Sariasih.

Melalui pengembangan tersebut, produk lokal Bangli didorong tidak hanya mempertahankan keberadaannya, tetapi juga terus berkembang dan mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Peragaan busana Wastra Hitakara menggabungkan semangat pelestarian wastra tradisional dengan pengembangan sektor ekonomi kreatif dan perluasan pasar bagi produk lokal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026