
Pantau - Kontingen Jawa Timur ditetapkan sebagai juara umum Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII 2026 setelah meraih nilai dan jumlah juara terbanyak dari 15 tangkai lomba yang dipertandingkan.
Peksiminas XVIII berlangsung di Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, pada 8–10 September 2026 dengan mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dalam ajang talenta seni tingkat nasional.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Peksiminas XVIII 2026.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya gelaran Peksiminas XVIII 2026 di Unej," kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja dalam keterangannya, Jumat.
Seni Jadi Ruang Prestasi dan Kebersamaan Mahasiswa
Beny menilai seni mempunyai kekuatan untuk membanggakan, menyatukan, sekaligus memberikan inspirasi kepada masyarakat.
"Seni memiliki peran yang mendalam dalam mempererat kebangsaan dan memajukan peradaban," katanya.
Menurutnya, Peksiminas bukan hanya menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi tempat merayakan berbagai karya seni yang memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat luas.
Kementerian turut memberikan penghormatan dan apresiasi terhadap perjuangan seluruh mahasiswa yang telah menampilkan bakat terbaik mereka di panggung nasional.
Proses panjang dan dedikasi mahasiswa dalam mempersiapkan diri dinilai memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar perolehan medali.
"Dalam setiap penampilan terdapat proses panjang dan upaya luar biasa dari mahasiswa. Apapun hasil yang diraih hari ini, partisipasi dan karya kalian di tingkat nasional adalah sebuah kebanggaan," katanya.
Beny menegaskan berakhirnya Peksiminas XVIII bukan berarti perjalanan mahasiswa dalam berkesenian juga berakhir.
Kompetisi di atas panggung dapat berakhir, tetapi semangat mahasiswa untuk terus berkarya bagi kebudayaan Indonesia diharapkan tetap berlanjut.
Ketua Panitia Peksiminas Fendi Setyawan juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas keberhasilan penyelenggaraan ajang dua tahunan tersebut.
Fendi menegaskan Peksiminas dibangun bukan hanya sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai panggung kebersamaan bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
"Pekan Seni Mahasiswa bukan sekadar panggung kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik, melainkan sebuah ruang kolaborasi untuk menyatukan seluruh potensi mahasiswa se-Indonesia. Mari terus mengasah kreativitas dan profesionalitas dalam melestarikan budaya," katanya.
Panitia juga memberikan apresiasi kepada seluruh delegasi, dewan juri, serta kementerian terkait yang berpartisipasi dan mendukung penyelenggaraan Peksiminas XVIII.
Apresiasi turut diberikan karena sejumlah pihak sempat menghadapi kendala perjalanan akibat dampak erupsi Anak Gunung Krakatau.
Jawa Timur Puncaki Daftar 10 Besar
Rangkaian Peksiminas XVIII 2026 ditutup dengan penyerahan piala bergilir kepada pihak yang berhak menerimanya.
Penutupan juga diisi dengan penandatanganan kesepakatan komitmen bersama untuk terus menjaga kelestarian seni dan budaya Nusantara di lingkungan perguruan tinggi.
Berdasarkan akumulasi penilaian akhir dan perolehan penghargaan, Jawa Timur menduduki posisi Terbaik 1 sekaligus menyandang gelar juara umum Peksiminas XVIII 2026.
D.I. Yogyakarta menempati posisi Terbaik 2, disusul Sulawesi Tenggara sebagai Terbaik 3 dan Lampung pada posisi Terbaik 4.
D.K.I. Jakarta berada pada posisi Terbaik 5, Jawa Tengah Terbaik 6, Bali Terbaik 7, Kalimantan Barat Terbaik 8, dan Kalimantan Timur Terbaik 9.
Kepulauan Riau melengkapi daftar 10 besar Peksiminas XVIII 2026 dengan menempati posisi Terbaik 10.
- Penulis :
- Shila Glorya




