HOME  ⁄  Ekonomi

BPH Migas Pastikan Stok BBM Tanjung Wangi Aman, Kendala Distribusi Picu Kesulitan Pasokan di Jember

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BPH Migas Pastikan Stok BBM Tanjung Wangi Aman, Kendala Distribusi Picu Kesulitan Pasokan di Jember
Foto: Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas saat menunjukkan peta distribusi BBM di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat 11/9/2026 (sumber: ANTARA/Khaerul Izan)

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah operasionalnya.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan kepastian tersebut saat berkunjung ke IT Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

"Stoknya sama, tidak ada kondisi gangguan kaitannya dengan stok," kata Wahyudi saat berkunjung ke IT Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

Stok Solar Lebih dari 19 Hari

Wahyudi menjelaskan stok BBM jenis solar di IT Tanjung Wangi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari 19 hari.

Persediaan solar tersebut digunakan untuk menyuplai sejumlah wilayah di Jawa Timur, antara lain Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Bondowoso.

Sementara itu, stok Pertalite di IT Tanjung Wangi memiliki ketahanan sekitar sembilan hari.

Dengan tingkat ketahanan stok solar dan Pertalite tersebut, BPH Migas memastikan persediaan BBM di terminal mencukupi kebutuhan wilayah yang dilayani.

Wahyudi menegaskan kesulitan masyarakat Jember memperoleh BBM bukan disebabkan kekurangan persediaan di IT Tanjung Wangi, melainkan akibat kendala distribusi.

Gangguan distribusi terjadi karena kepadatan kendaraan yang mengantre masuk ke Pelabuhan Ketapang sehingga menghambat akses jalan yang juga dilalui kendaraan pengangkut BBM.

Kepadatan tersebut antara lain berasal dari kendaraan logistik yang akan mengirim berbagai barang produksi dari Pulau Jawa menuju Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), serta wilayah lainnya.

"Ini masalah gangguan distribusi yang disebabkan fasilitas akses jalan masuk karena ada antrean dari kendaraan logistik yang akan mengirim barang produksi di Pulau Jawa ke Balai, NTT, NTB, serta wilayah lainnya," ujarnya.

Waktu Distribusi BBM Membengkak hingga 12 Jam

Wahyudi mengatakan kepadatan kendaraan di pintu masuk Pelabuhan Ketapang membuat waktu perjalanan kendaraan pengangkut BBM menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Perjalanan distribusi yang biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam dapat meningkat menjadi empat sampai lima jam saat terjadi kepadatan.

Dampak keterlambatan semakin besar untuk pengiriman BBM menuju wilayah dengan jarak terjauh.

Waktu pengiriman ke wilayah terjauh yang biasanya sekitar enam sampai delapan jam dapat meningkat menjadi 10 hingga 12 jam untuk sekali perjalanan.

Dengan kondisi tersebut, perjalanan pulang pergi kendaraan pengangkut BBM dapat membutuhkan waktu hingga 24 jam.

Keterlambatan perjalanan itu menjadi penyebab distribusi BBM terganggu meskipun persediaan di IT Tanjung Wangi dalam kondisi mencukupi.

BPH Migas Siapkan Pasokan Darurat dari Surabaya

BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan BBM ketika jalur distribusi dari IT Tanjung Wangi mengalami kendala.

Salah satu langkah tersebut berupa mekanisme kedaruratan yang memungkinkan pasokan BBM untuk wilayah Jember dikirim dari Surabaya.

"Ini adalah fenomena yang terjadi. Dan sebagai antisipasi, BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan mekanisme kedaruratan dengan mengirim BBM yang ke Jember dari Surabaya," katanya menambahkan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026