
Pantau - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta PT Pertamina Regional Sulawesi bersama pengelola SPBU segera mengambil langkah taktis untuk mengatasi antrean panjang kendaraan saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Makassar.
Munafri menyampaikan permintaan tersebut saat menemui jajaran petinggi Pertamina Regional Sulawesi dengan didampingi Sekretaris Daerah Makassar Zulkifly di Makassar, Jumat.
Kedatangan Munafri merupakan respons Pemerintah Kota Makassar terhadap keluhan masyarakat yang harus menghadapi antrean panjang ketika mengisi BBM di SPBU.
"Tujuan kami ke sini (Pertamina) untuk mencari solusi. Tolong pihak Pertamina dan pengelola SPBU carikan jalan keluar. Jangan masyarakat umum yang jadi korban," ujarnya.
Munafri Minta Seluruh Nozzle SPBU Diaktifkan
Munafri menilai penyelesaian persoalan antrean kendaraan tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan stok BBM, tetapi juga membutuhkan perbaikan pelayanan di lapangan.
Salah satu langkah yang ditawarkan adalah mengaktifkan seluruh nozzle atau selang pengisian BBM yang tersedia dan menambah jumlah petugas operator SPBU.
Menurut Munafri, kombinasi pengaktifan seluruh nozzle dan penambahan operator dapat mempercepat pelayanan sehingga waktu tunggu setiap kendaraan dapat dipangkas.
Ia menyoroti kondisi ketika empat dispenser di sebuah SPBU hanya dilayani oleh satu petugas sehingga fasilitas pengisian yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Antrean mengular karena keterbatasan petugas, misalnya 4 Dispenser di SPBU hanya dijaga oleh 1 orang. Perlu penambahan petugas agar setiap nozzle aktif agar memotong waktu tunggu kendaraan," tuturnya.
Munafri menegaskan masyarakat umum tidak boleh menjadi korban dari persoalan distribusi maupun pelayanan BBM.
Pemkot Makassar Usulkan Pengaturan Kendaraan
Pemerintah Kota Makassar juga menyarankan Pertamina dan pengelola SPBU memperbaiki pengaturan kendaraan agar proses pengisian BBM berlangsung lebih tertib.
Pengaturan diperlukan untuk mencegah antrean kendaraan mengular hingga keluar dari area SPBU dan mengganggu arus lalu lintas.
"Kami menyarankan, agar perlu ada pengaturan di lapangan agar kendaraan yang datang ke SPBU dapat dilayani secara lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean yang mengular hingga mengganggu arus lalu lintas," katanya.
Munafri turut mengusulkan pengaturan waktu pengisian BBM berdasarkan jenis kendaraan, mulai kendaraan pribadi, kendaraan ekspedisi, hingga bus.
Sistem tersebut dapat diterapkan melalui pembuatan alur pengisian atau klasterisasi kendaraan berdasarkan jenisnya.
Waktu kendaraan memasuki SPBU untuk melakukan pengisian BBM juga dapat diatur agar pelayanan berlangsung lebih teratur dan tidak terjadi penumpukan pada waktu bersamaan.
Pengaktifan seluruh nozzle, penambahan operator, serta pengaturan kendaraan diharapkan dapat memangkas waktu tunggu sekaligus mengurai antrean panjang yang selama ini dikeluhkan masyarakat Makassar.
- Penulis :
- Leon Weldrick




