
Pantau - Indonesia mengapresiasi dukungan Aljazair terhadap investasi dan ekspansi bisnis Pertamina sekaligus berharap dukungan tersebut semakin diperkuat melalui penjajakan berbagai peluang kemitraan baru di sektor minyak dan gas bumi atau migas.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair Yusron Ambary mengatakan peningkatan nilai perdagangan dan investasi Indonesia-Aljazair menjadi salah satu prioritas dalam penugasannya.
KBRI Alger akan mengoptimalkan posisi strategis Pertamina untuk membantu memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam mencapai target tersebut.
“Kami melihat Aljazair bukan hanya sebagai tempat Pertamina beroperasi, tetapi juga sebagai salah satu pusat pertumbuhan bisnis Pertamina ke depan,” ujar Dubes Yusron melalui keterangan tertulis KBRI Alger yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Pertamina Didorong Perluas Bisnis Migas di Aljazair
Pernyataan tersebut disampaikan Yusron ketika bertemu dengan CEO Sonatrach Nour Eddine Daoudi di Alger pada Rabu, 9 September 2026.
Sonatrach merupakan perusahaan minyak dan gas nasional milik Aljazair sekaligus salah satu mitra Pertamina di negara tersebut.
Yusron kembali menegaskan bahwa peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia-Aljazair menjadi prioritas sehingga keberadaan Pertamina akan dimanfaatkan untuk mendorong penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Pertamina telah menjalankan kegiatan bisnis di Aljazair sejak 2014 sebagai operator blok migas di negara tersebut.
Perusahaan energi Indonesia itu juga telah memperoleh pembaruan kontrak operasi untuk jangka waktu 25 tahun dengan opsi perpanjangan selama 10 tahun.
Yusron mendorong Sonatrach untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya Pertamina memperluas kegiatan bisnisnya di Aljazair.
Ekspansi tersebut dinilai dapat membantu Indonesia menjaga ketahanan energi di tengah berbagai gejolak global.
Sejak mulai beroperasi di Aljazair, seluruh minyak mentah yang diperoleh dan menjadi hak Pertamina dari negara tersebut dikirim ke Indonesia.
Minyak mentah tersebut kemudian diolah di dalam negeri sehingga kegiatan Pertamina di Aljazair turut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Sonatrach Nilai Investasi Pertamina Masih Bisa Diperbesar
CEO Sonatrach Nour Eddine Daoudi mengapresiasi hubungan baik yang selama ini terjalin antara Sonatrach dan Pertamina sebagai mitra bisnis.
Daoudi juga mengapresiasi hubungan Sonatrach dengan KBRI Alger sebagai perwakilan Indonesia di Aljazair.
Menurut Daoudi, investasi Pertamina di Aljazair saat ini masih relatif kecil dibandingkan dengan besarnya peluang ekspansi bisnis yang tersedia di negara tersebut.
Ia menilai kedekatan politik dan sejarah Indonesia dengan Aljazair dapat menjadi modal penting untuk memperluas kemitraan bilateral.
Peluang kerja sama kedua negara juga tidak hanya terbuka pada sektor minyak dan gas bumi.
Sonatrach turut mengundang investor asal Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama dan investasi dalam industri pupuk di Aljazair.
Peluang tersebut semakin terbuka karena terdapat kesempatan bagi investasi asing untuk masuk ke sektor produksi urea dan amonia di negara tersebut.
Dirut Pertamina Direncanakan Kunjungi Aljazair
Daoudi berencana mengundang Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk berkunjung ke Aljazair pada Oktober dan November 2026.
Pada Oktober 2026, Simon direncanakan menghadiri North Africa Energy & Hydrogen Exhibition and Conference (NAPEC).
Pada November 2026, Direktur Utama Pertamina tersebut juga direncanakan menghadiri Konferensi Internasional Minyak dan Gas di Aljazair.
Melalui penguatan investasi Pertamina serta pengembangan kerja sama di sektor pupuk dan fosfat, Indonesia mendorong hubungan dengan Aljazair semakin kuat, khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi.
- Penulis :
- Arian Mesa




