HOME  ⁄  Nasional

Kapolri Minta Pengusaha Laporkan Premanisme dan Pungli, Polri Siap Jaga Iklim Investasi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kapolri Minta Pengusaha Laporkan Premanisme dan Pungli, Polri Siap Jaga Iklim Investasi
Foto: Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berbicata dalam acara Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat 11/9/2026 (sumber: Divisi Humas Polri)

Pantau - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta pengusaha dan pemilik usaha segera melaporkan aksi premanisme, pungutan liar (pungli), maupun kejahatan lain yang mengganggu kegiatan usaha agar dapat ditindaklanjuti kepolisian demi menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit dalam acara Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat.

"Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia," katanya dikutip dari keterangan resmi.

Polri Jamin Keamanan Dunia Usaha

Sigit menegaskan setiap laporan mengenai premanisme, pungli, maupun tindak kejahatan yang mengganggu dunia usaha harus segera ditindaklanjuti jajaran kepolisian.

Penindakan tersebut diharapkan memberikan kepastian kepada pengusaha sekaligus menghilangkan keraguan investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia.

Menurut Sigit, stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan dunia usaha dan investasi.

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas yang terjaga dinilai dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sekaligus menjamin kelancaran kegiatan operasional perusahaan.

Kondisi keamanan yang baik juga dibutuhkan untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi karena didukung kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang luas, serta pengembangan program hilirisasi pada berbagai sektor strategis.

Potensi tersebut tercermin dari realisasi investasi nasional yang telah mencapai Rp1.010,6 triliun hingga semester I 2026.

"Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," ucapnya.

Pengusaha dan Pekerja Diminta Utamakan Musyawarah

Di sisi lain, Sigit mengingatkan tanggung jawab menciptakan iklim investasi yang kondusif tidak hanya berada di tangan aparat keamanan.

Perusahaan juga memiliki peran dengan menaati regulasi yang berlaku, memenuhi hak-hak pekerja, serta membangun hubungan industrial yang adil dan harmonis.

Menurut Kapolri, pekerja dan pengusaha merupakan dua unsur yang saling membutuhkan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan industri.

Perusahaan membutuhkan dukungan pekerja agar produksi dan kegiatan operasional terus berjalan, sedangkan pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat, stabil, dan berkembang sebagai sumber penghidupan.

Karena hubungan tersebut, Sigit mendorong seluruh pihak mengutamakan komunikasi dan musyawarah ketika menghadapi persoalan ketenagakerjaan.

Pendekatan komunikasi dan musyawarah diharapkan mampu menyelesaikan persoalan antara pekerja dan perusahaan sekaligus mempertahankan hubungan industrial yang harmonis serta iklim investasi yang kondusif.

Polri memastikan akan terus memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan industri dan investasi di Indonesia dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026