
Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyalurkan 561 unit pompa air kepada kelompok tani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, untuk menjaga ketersediaan air dan produksi pangan di tengah dampak kekeringan akibat El Nino.
Bantuan pompa air tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat kepada petani yang menghadapi kekurangan pasokan air selama musim kemarau.
"Bantuan pompa air menjadi salah satu upaya pemerintah pusat ke daerah membantu petani menghadapi dampak kemarau El Nino," kata Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif melalui keterangan persnya yang diterima di Makassar, Jumat.
Sebanyak 561 pompa yang disalurkan memiliki ukuran berbeda, yakni 3 inci, 4 inci, dan 6 inci.
Sekitar 47 Ribu Hektare Sawah Masih Bisa Diselamatkan
Syaharuddin menjelaskan sekitar 51.000 hektare lahan persawahan di Sidrap telah ditanami hingga pertengahan 2026.
Dari luas tersebut, sekitar 4.000 hingga 5.000 hektare atau sekitar 10 persen terdampak musim kemarau.
Sementara itu, sekitar 90 persen atau kurang lebih 47.000 hektare lahan persawahan masih dapat diselamatkan sehingga petani tetap bisa melakukan panen.
"Alhamdulillah pertanian kita di Kabupaten Sidrap selamat dengan baik, hasilnya ini bisa dinikmati oleh masyarakat," ujar Syaharuddin saat penyerahan bantuan yang disaksikan Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, anggota DPRD, kepala desa, dan jajaran ASN Pemkab Sidrap.
Pompa air tersebut disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah terdampak kemarau, termasuk Kecamatan Kulo, Panca Rijang, Watang Sidenreng, dan Watang Pulu.
Sejumlah kecamatan lain yang menghadapi dampak musim kemarau juga mendapatkan bantuan serupa.
Syaharuddin meminta kelompok tani memanfaatkan pompa secara optimal serta menyimpan dan merawat peralatan tersebut agar tetap siap digunakan ketika dibutuhkan.
"Saya berharap bantuan pompa ini dimanfaatkan dan disimpan baik-baik. Kalau ada kondisi kemarau seperti ini, bisa langsung kita manfaatkan kembali," paparnya.
Sidrap Targetkan Produksi Satu Juta Ton Gabah pada 2027
Selain mengandalkan bantuan pompa dari Kementan, Pemkab Sidrap terus mendorong penyediaan sarana pendukung pertanian melalui program listrik masuk sawah serta bantuan alat dan mesin pertanian.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian hingga mencapai 10 ton gabah per hektare.
Peningkatan produktivitas itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidrap mengejar target produksi satu juta ton gabah pada 2027.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Sidrap Suriyanto mengatakan bantuan pompa merupakan dukungan Kementan terhadap penanganan dampak El Nino di daerah tersebut.
Menurut dia, Pemkab Sidrap telah melakukan berbagai langkah agar petani tidak menghadapi kekeringan sendiri.
Upaya pemerintah daerah tersebut mendapatkan respons positif dari Kementan yang menilai Sidrap membutuhkan program pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Bupati Sidrap juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementan hingga bantuan ratusan pompa tersebut dapat diperoleh untuk petani.
"Upaya-upaya kita diapresiasi dan mendapat respons positif oleh Kementerian Pertanian. Kementan menilai Sidrap membutuhkan pompanisasi. Bapak Bupati juga terus melakukan komunikasi intensif dengan Kementan, sehingga kita mendapatkan bantuan ini bagi petani Sidrap," katanya.
Sidrap merupakan salah satu daerah sentra pangan nasional sehingga upaya menjaga ketersediaan air dan produktivitas persawahan menjadi bagian penting dalam mempertahankan produksi pangan selama musim kemarau.
- Penulis :
- Leon Weldrick




