
Pantau - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada pekan ini untuk membahas setoran dividen kepada kas negara, termasuk skema pembagiannya.
Rosan menyebut pembahasan tersebut akan dilakukan bersama Kementerian Keuangan menyusul pergantian Menteri Keuangan.
"Nanti kita akan bicara semua lah ya. Tapi ini kan baru, nanti kita akan bicara dengan Kementerian Keuangan dengan Pak Menkeu pada minggu ini saya kira," ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Meski siap melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan yang baru, Rosan belum dapat memastikan skema pembagian dividen yang nantinya diterapkan.
Skema Setoran Dividen Akan Dikoordinasikan
Skema pembagian dividen sebelumnya telah dibahas Danantara bersama Purbaya Yudhi Sadewa ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Purbaya sebelumnya menyatakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menyetorkan sebagian keuntungannya untuk penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Nilai keuntungan Danantara yang direncanakan masuk ke penerimaan APBN 2026 mencapai sekitar Rp120 triliun.
Menurut Purbaya, besaran setoran tersebut merupakan keputusan Presiden Prabowo Subianto.
"Sekitar Rp120 triliun untuk tahun ini. Itu yang diputuskan oleh Presiden (Prabowo Subianto)," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya pada Jumat, 28 Agustus.
Purbaya menjelaskan dana dari Danantara tersebut nantinya akan dicatat dalam pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.
Sebelum adanya pengalihan ke Danantara, dividen perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk ke dalam pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND).
Dividen BUMN kemudian dialihkan kepada Danantara sebagaimana amandemen BUMN pada tahun sebelumnya.
Setoran Danantara Direncanakan Capai Rp120 Triliun
Menurut Purbaya, sebelum dividen dialihkan ke Danantara, setoran dari BUMN tercatat sekitar Rp90 triliun setiap tahun.
Purbaya menyambut positif rencana pengalihan sebagian keuntungan Danantara kepada APBN 2026 karena nilainya lebih besar dibandingkan setoran dividen BUMN pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia menilai kenaikan dari sekitar Rp90 triliun menjadi Rp120 triliun akan memberikan tambahan pendapatan kepada pemerintah sekaligus menunjukkan pergerakan positif kinerja BUMN.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen. Kalau jadi Rp120 triliun kan bagus, meningkat. Malah pemerintah nggak rugi, pendapatan malah nambah. Saya harap ke depan untungnya lebih besar lagi," ungkap Purbaya.
Purbaya juga menyatakan setoran tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan defisit APBN.
Kepastian mengenai skema setoran dividen selanjutnya akan menjadi salah satu hal yang dikoordinasikan Danantara dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada pekan ini.
- Penulis :
- Leon Weldrick




