
Pantau - Pengamat energi Feiral Rizky Batubara mengapresiasi langkah PT Pertamina (Persero) mengembangkan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) sebagai sumber energi berkelanjutan yang dinilai dapat mendukung transisi dan ketahanan energi nasional.
“Langkah Pertamina mengembangkan UCO (used cooking oil) ini menunjukkan konsistensi dalam menjalankan agenda transisi energi. Pendekatan tersebut tidak semata berbicara tentang pengurangan emisi atau pengembangan energi rendah karbon, tetapi juga bagaimana sumber energi baru dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Feiral dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Feiral menilai pengembangan UCO menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) menunjukkan upaya menjalankan agenda transisi energi sekaligus membangun ekosistem industri baru.
Minyak Jelantah Diolah Menjadi Bahan Bakar Penerbangan
Feiral yang juga anggota Dewan Penasihat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mengatakan perubahan menuju energi berkelanjutan dapat dimulai dari sumber daya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pengembangan Used Cooking Oil menjadi Sustainable Aviation Fuel adalah salah satu contoh konkretnya. Minyak jelantah yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dapat diubah menjadi bahan baku energi bernilai tambah,” katanya.
Menurut Feiral, pengembangan energi alternatif dapat menjadi instrumen untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, memperkuat kapasitas industri domestik, dan membuka peluang ekonomi baru.
Sistem Pengumpulan dan Pasokan Jadi Tantangan
Feiral menilai pemanfaatan UCO masih memiliki ruang pengembangan yang luas, baik sebagai bahan baku SAF maupun produk bioenergi lainnya.
Pengembangannya membutuhkan sistem pengumpulan yang memadai, insentif ekonomi yang tepat, standar kualitas, sistem traceability, serta tata kelola yang mampu menjamin keberlanjutan pasokan.
“Kalau seluruh mata rantai ini bisa dibangun di dalam negeri, maka manfaatnya jauh lebih besar daripada sekadar menghasilkan bahan bakar rendah karbon. Kita sedang membangun industri, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kemampuan teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan energi,” ujar dia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf




