
Pantau - Bencana tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB Eva Monalisa meminta pemerintah memberi perhatian terhadap keberlangsungan UMKM ketika kebakaran, kekeringan, dan bencana lainnya menghambat aktivitas masyarakat.
Menurut Eva, gangguan kualitas udara akibat kebakaran hingga keterbatasan air saat kekeringan dapat memengaruhi berbagai kegiatan masyarakat. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi menghambat pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya.
“Kita ikut prihatin atas bencana kebakaran yang menimbulkan ketidaknyamanan untuk udara. Kemarin saya juga baru dari daerah pemilihan yang terdampak kekeringan,” ungkap Eva, dikutip Selasa (15/9/2026).
Dalam kunjungannya ke daerah pemilihan, Eva bersama pihak terkait turut memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang menghadapi kekeringan. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Air menjadi perhatian utama Eva karena keberadaannya berkaitan langsung dengan banyak kebutuhan masyarakat. Selain untuk konsumsi dan kesehatan, ketersediaan air juga menopang aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi.
“Air ini adalah sumber dari semua kebutuhan, apalagi terkait dengan kesehatan, makanan, juga kehidupan sehari-hari. Semua tergantung dari air,” ujarnya.
Kondisi tersebut, menurut Eva, menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi agar kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi sekaligus mengurangi dampak ekonomi yang muncul setelah bencana.
“Kami berharap sinergi semua, saling bahu-membahu agar masalah ini cepat selesai,” katanya.
Lebih jauh, Eva menilai perhatian terhadap UMKM perlu masuk dalam penanganan dampak bencana. Pelaku usaha kecil sering bergantung pada kondisi lingkungan, ketersediaan air, kelancaran distribusi, serta daya beli masyarakat untuk mempertahankan kegiatan usahanya.
Karena itu, dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui pembiayaan dan permodalan. Pemerintah juga perlu memperhatikan ketahanan lingkungan dan kemampuan masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi ketika bencana mengganggu kehidupan sehari-hari.
Bagi Eva, keberlangsungan UMKM memiliki kaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Ketika bencana menghambat kegiatan warga, pelaku UMKM juga dapat menghadapi tekanan karena aktivitas produksi, distribusi, hingga penjualan ikut terdampak.
“Hal tersebut menjadi penting karena UMKM merupakan bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang dapat ikut terdampak ketika terjadi gangguan akibat bencana, baik kebakaran, kekeringan maupun kondisi lain yang menghambat kegiatan sehari-hari,” tutupnya.
- Penulis :
- Khalied Malvino




