HOME  ⁄  Ekonomi

HIPMI Dorong Akses KUR Makin Mudah agar Pengusaha Muda dan UMKM Naik Kelas

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

HIPMI Dorong Akses KUR Makin Mudah agar Pengusaha Muda dan UMKM Naik Kelas
Foto: Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong kemudahan akses kredit usaha rakyat (KUR) (sumber: HIPMI)

Pantau - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) semakin mudah, transparan, dan tepat sasaran bagi pengusaha muda serta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo menilai akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dunia usaha.

Pembiayaan yang memadai dinilai dapat membantu pengusaha mengembangkan bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Ade mengatakan, "HIPMI menilai akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar pengusaha dapat mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan kerja."

KUR Didorong Jadi Tangga Pengusaha Naik Kelas

HIPMI memandang KUR sebagai salah satu instrumen strategis pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha.

Karena itu, implementasi program KUR dinilai perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh pelaku usaha yang memiliki potensi untuk berkembang.

HIPMI menekankan KUR harus dapat menjadi salah satu tangga bagi pengusaha untuk naik kelas.

Ade menilai banyak pengusaha muda telah memiliki usaha dan pasar yang terus berkembang, tetapi masih membutuhkan akses pembiayaan yang memadai untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Pertumbuhan usaha tersebut pada akhirnya diharapkan berdampak pada peningkatan penciptaan lapangan kerja.

"Ketika usahanya tumbuh, lapangan kerja yang mereka ciptakan juga akan semakin besar," ungkap Ade.

HIPMI tetap memandang prinsip kehati-hatian sebagai aspek penting dalam proses penyaluran pembiayaan.

Namun, pelaku usaha juga dinilai membutuhkan informasi mengenai persyaratan, proses, dan mekanisme pengajuan KUR yang semakin mudah dipahami.

HIPMI Siapkan Kanal Aspirasi dan Pendampingan KUR

Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, HIPMI menyiapkan kanal aspirasi dan pendampingan KUR yang memanfaatkan jaringan organisasi di berbagai daerah di Indonesia.

Kanal aspirasi itu akan menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan pengalaman, masukan, maupun berbagai kendala yang ditemukan ketika mencoba mengakses pembiayaan KUR.

Ade mengatakan, "HIPMI memiliki jaringan pengusaha sampai ke daerah. Kami ingin mendengar langsung apa yang mereka alami ketika mengakses pembiayaan. Kalau persoalannya kesiapan usaha atau administrasi, kita bantu arahkan."

Apabila kendala yang dialami pengusaha berkaitan dengan kesiapan usaha atau administrasi, HIPMI akan membantu memberikan arahan.

Jika terdapat persoalan yang membutuhkan komunikasi dengan pihak terkait, HIPMI menyatakan siap berperan sebagai jembatan.

Setiap masukan yang diterima melalui kanal tersebut nantinya akan ditelaah dan dipetakan agar tidak hanya berhenti sebagai laporan individual dari masing-masing pengusaha.

Pemetaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat persoalan atau kendala yang berulang dalam proses akses KUR di berbagai daerah.

Apabila ditemukan persoalan yang berulang, hasil pemetaan tersebut akan dijadikan masukan konstruktif untuk memperkuat ekosistem KUR.

HIPMI Dorong Kolaborasi Pemerintah, Perbankan, dan Pengusaha

Ade menegaskan langkah HIPMI tersebut bukan ditujukan untuk mencari kesalahan pemerintah maupun lembaga penyalur KUR, melainkan memperkuat kolaborasi agar program pembiayaan semakin efektif.

"Semangatnya adalah mencari solusi bersama. Pemerintah sudah memberikan dukungan melalui KUR, lembaga keuangan menjalankan penyaluran dengan prinsip kehati-hatian, sementara HIPMI bisa membantu dari sisi kesiapan dan pengalaman pengusaha di lapangan," kata Ade.

Dalam pembagian peran tersebut, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan melalui program KUR, sedangkan lembaga keuangan melakukan penyaluran dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.

HIPMI dapat berkontribusi melalui pendampingan terhadap kesiapan pengusaha sekaligus menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Ke depan, HIPMI juga ingin mendorong sistem akses pembiayaan yang dapat mengikuti perjalanan dan tahapan pertumbuhan sebuah usaha.

Ade menilai tantangan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan upaya melahirkan sebanyak mungkin pengusaha baru, tetapi juga memastikan pengusaha yang telah tumbuh memperoleh kesempatan untuk terus berkembang hingga menjadi perusahaan yang lebih besar.

"Semakin banyak pengusaha yang naik kelas, semakin besar kapasitas ekonomi yang kita bangun. Mereka akan membuka usaha baru, memperluas produksi, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan nilai tambah," ungkap Ade.

Pengusaha yang berkembang diharapkan mampu membuka usaha baru, memperluas kapasitas produksi, menyerap lebih banyak tenaga kerja, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

"Itu yang ingin HIPMI dorong bersama pemerintah dan seluruh ekosistem pembiayaan," tambah Ade.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026