
Pantau - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mulai membangun Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, dengan nilai kontrak Rp145,30 miliar di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk mendukung pengembangan kawasan sekaligus memperkuat wisata budaya.
Proyek Museum Majapahit dilaksanakan menggunakan skema konstruksi terintegrasi rancang dan bangun dengan masa pengerjaan selama 114 hari kerja.
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Majapahit telah dilaksanakan di Trowulan pada Minggu, 13 September, setelah desain museum ditetapkan melalui mekanisme sayembara.
Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo mengatakan pembangunan Museum Majapahit memiliki arti penting dalam upaya menjaga warisan budaya Indonesia.
"Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia. PTPP berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan," ungkap Joko.
PTPP Terapkan Fondasi Ramah Kondisi Arkeologi
Dalam proses konstruksi, PTPP menerapkan fondasi dangkal atau raft foundation yang dirancang agar lebih ramah terhadap kondisi arkeologi di sekitar area pembangunan Museum Majapahit.
Perseroan juga merancang sistem drainase untuk menampung air hujan sehingga air tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan, termasuk penyiraman tanaman.
Museum Majapahit turut direncanakan menggunakan panel surya sebagai salah satu sumber energi untuk memenuhi sejumlah kebutuhan bangunan, termasuk penerangan.
Pemanfaatan energi surya tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik selama operasional Museum Majapahit.
PTPP menyatakan pembangunan museum akan tetap memperhatikan karakter kawasan Trowulan sekaligus mengedepankan kualitas konstruksi dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Perseroan berharap pembangunan Museum Majapahit dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung pengembangan Trowulan sebagai salah satu destinasi wisata budaya.
Fadli Zon Minta Museum Menyatu dengan Alam
Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menghadiri peletakan batu pertama mengatakan desain Museum Majapahit diharapkan tidak hanya merepresentasikan nilai sejarah dan budaya, tetapi juga ramah lingkungan serta menyatu dengan kondisi alam kawasan sekitarnya.
"Kita harapkan juga environmentally friendly. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya. Mungkin harus ada juga dipikirkan pakai tenaga surya, solar nantinya, supaya ke depan maintenance tidak terlalu besar," kata Fadli Zon.
Pemerintah mengarahkan pembangunan Museum Majapahit untuk menunjang pengembangan Trowulan sebagai kawasan wisata sekaligus memperkuat fungsi konservasi peninggalan budaya.
Museum tersebut juga diproyeksikan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan serta menjadi bagian dari penguatan daya tarik wisata Trowulan.
Museum Majapahit Diharapkan Dorong Ekonomi Trowulan
Trowulan saat ini telah memiliki ekosistem pariwisata yang terhubung dengan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari usaha kuliner, kerajinan, penjualan suvenir hingga penyediaan akomodasi bagi wisatawan.
Pengembangan fasilitas wisata melalui pembangunan Museum Majapahit diharapkan memperkuat hubungan antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya tarik destinasi.
Peningkatan kunjungan dan daya tarik kawasan juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Trowulan.
PTPP menyatakan akan menyelesaikan pembangunan Museum Majapahit sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan prinsip pembangunan berkelanjutan.
- Penulis :
- Arian Mesa




