HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah 1,13 Persen, Ketegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Bursa Asia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Melemah 1,13 Persen, Ketegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Bursa Asia
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 73,54 poin atau 1,13 persen ke level 6.461,15 pada perdagangan Selasa sore, sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia di tengah tingginya ketegangan geopolitik global.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut turun 8,27 poin atau 1,25 persen ke posisi 650,76.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus atau Nico mengatakan pelemahan bursa regional Asia terjadi ketika perhatian investor tertuju pada berlanjutnya kenaikan harga minyak setelah Arab Saudi menutup jalur pipa utama.

"Dari eksternal bursa regional Asia melemah, perhatian pasar tertuju seiring dengan harga minyak yang memperpanjang kenaikannya setelah Arab Saudi menutup jalur pipa utama," ungkap Nico.

Ketegangan Iran-AS dan Ukraina-Rusia Bayangi Pasar

Dari faktor eksternal lainnya, pertemuan diplomatik antara Iran dan negara-negara Teluk Arab untuk membahas situasi di Selat Hormuz secara tiba-tiba ditunda.

Iran mengklaim sebuah kapal tanker super yang mencoba memasuki area terlarang di Hormuz meledak setelah menabrak ranjau.

Iran juga menyatakan tidak akan terlibat dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Ketidakpastian geopolitik turut berasal dari perkembangan konflik Ukraina-Rusia setelah Ukraina membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya siap menghentikan serangan terhadap target energi Rusia apabila Moskow melakukan langkah yang sama.

Pernyataan Zelenskyy tersebut bertentangan dengan klaim Trump bahwa Moskow dan Kyiv telah mencapai kesepakatan untuk menangguhkan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.

Kenaikan harga energi akibat ketidakpastian geopolitik turut menimbulkan kekhawatiran terhadap peningkatan inflasi dan memperbesar tekanan terhadap bank sentral Amerika Serikat atau The Fed untuk memperketat kebijakan moneter.

"Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan tekanan pada The Fed untuk memperketat kebijakan, dengan pasar saat ini memperkirakan sekitar 92 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu waktu AS," kata Nico.

Investor Cermati Pergantian Menteri Keuangan

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Investor akan mencermati konsistensi arah kebijakan fiskal dan kredibilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setelah pergantian Menteri Keuangan tersebut.

"Pasar berharap pergantian Menteri tersebut menjaga kontinuitas dan disiplin fiskal," ungkap Nico.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara telah menyatakan akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara dengan memastikan APBN tetap mampu mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Suahasil menyebut APBN harus menjalankan dua fungsi, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas.

Suahasil juga berkomitmen menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Delapan Sektor Saham Berakhir di Zona Merah

Dalam jalannya perdagangan Selasa, IHSG dibuka melemah dan terus berada di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya tiga sektor yang berhasil menguat, dengan sektor barang konsumen nonprimer mencatat kenaikan terbesar sebesar 0,53 persen.

Sektor kesehatan menguat 0,43 persen, sedangkan sektor infrastruktur naik 0,34 persen.

Sebaliknya, delapan sektor mengalami pelemahan dengan sektor industri mencatat penurunan terdalam sebesar 1,16 persen.

Sektor keuangan turun 0,99 persen dan sektor energi melemah 0,89 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan harga terbesar adalah DEFI, CCSI, VOKS, ALKA, dan TRJA, sedangkan pelemahan terbesar dialami SAPX, SMRA, RIGS, UDNG, dan LAPD.

Frekuensi perdagangan di BEI tercatat sebanyak 1.756.000 kali transaksi dengan volume mencapai 25,60 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,67 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 330 saham mengalami kenaikan harga, 332 saham melemah, dan 301 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Bursa Asia Kompak Melemah

Pelemahan IHSG berlangsung sejalan dengan pergerakan negatif berbagai indeks utama di kawasan Asia.

Indeks Nikkei melemah 0,01 persen ke level 63.492,00, sedangkan indeks Shanghai turun 0,54 persen ke posisi 3.864,28.

Indeks Hang Seng melemah 1,00 persen ke level 24.667,24 dan indeks Kospi turun 0,85 persen ke posisi 6.627,26.

Indeks Straits Times mencatat pelemahan terbesar di antara indeks regional tersebut dengan turun 1,45 persen ke level 5.634,93.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026