
Pantau - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap aparat keamanan dapat menetralisasi kelompok bersenjata di Papua setelah tiga aparatur sipil negara (ASN) tewas ditembak saat menjalankan tugas di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September.
Tito meminta unsur Polri, TNI, dan intelijen menjaga keamanan tetap kondusif sekaligus memantau pergerakan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
"Saya tentu berharap aparat keamanan: Polri, TNI, dan intelijen bisa menjaga situasi yang lebih kondusif. Kemudian, bisa memantau pergerakan dari kelompok-kelompok itu dan bisa menetralisir kelompok itu," kata Tito.
Menurut Tito, langkah pengamanan diperlukan agar masyarakat memiliki rasa aman dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dibayangi serangan yang menimbulkan ketakutan.
Tito Tanggapi Tuduhan Korban Merupakan Intelijen
Tito juga menanggapi tuduhan kelompok bersenjata yang menyebut tiga ASN korban penembakan merupakan intelijen.
Menurut dia, narasi yang menyebut korban sebagai intelijen merupakan alasan yang kerap disampaikan kelompok pelaku kekerasan setelah melakukan penyerangan.
"Biasanya begitu, yang disampaikan oleh kelompok yang melakukan penembakan, kekerasan, selalu alasannya intel," kata Tito.
Tito menilai tuduhan tersebut digunakan untuk mengganggu masyarakat, menyebarkan ketakutan, serta menciptakan situasi yang tidak kondusif.
Rombongan ASN Diadang dalam Perjalanan ke Wamena
Penembakan terjadi ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.
Dalam perjalanan pulang, rombongan tersebut diadang saat berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena.
Penembakan itu menyebabkan tiga ASN meninggal dunia, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.
TNI AD Evaluasi Pengamanan Warga Sipil di Papua
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan TNI AD akan mengevaluasi sistem pengamanan bagi warga sipil di Papua sebagai respons terhadap perkembangan situasi keamanan setelah penembakan tersebut.
Maruli mengatakan pasukan juga telah mulai ditempatkan di sejumlah lokasi yang sebelumnya telah diantisipasi.
"Ini yang terus kita tetap evaluasi. Pasukan kita juga sudah mulai ditempatkan di tempat-tempat yang sudah kita antisipasi," kata Maruli.
- Penulis :
- Arian Mesa




