
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pengembangan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di Pulau Buru, Maluku, untuk memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis energi bersih sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk menyediakan energi bagi berbagai sektor produktif di wilayah kepulauan sehingga pemanfaatan EBT tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah mendorong energi terbarukan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kepulauan.
“Program energi terbarukan tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga dapat mendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan,” ungkap Eniya.
Panas Bumi hingga Tenaga Surya Masuk RUPTL
Rencana pengembangan EBT di Pulau Buru telah dimasukkan dalam peta jalan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dengan memanfaatkan berbagai potensi energi lokal.
Sumber energi yang disiapkan meliputi panas bumi, tenaga hidro, tenaga surya, dan biomassa yang akan dikembangkan sesuai potensi geografis Pulau Buru.
Energi bersih tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memasok listrik bagi cold storage atau fasilitas penyimpanan dingin guna membantu menjaga mutu hasil perikanan masyarakat setempat.
Pemanfaatan EBT juga diarahkan untuk mendukung proses pengeringan berbagai komoditas pertanian dan perikanan sehingga pasokan energi dapat memberikan manfaat langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal EBTKE, salah satu proyek andalan yang disiapkan adalah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Wapsalit dengan kapasitas pembangkit sebesar 20 Megawatt (MW).
Proyek panas bumi Wapsalit yang telah memperoleh Izin Panas Bumi (IPB) ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) atau mulai beroperasi secara komersial pada 2028.
Potensi panas bumi di kawasan tersebut dinilai dapat mendukung operasional green mining dengan kebutuhan daya sebesar 32 MW.
WKP Wapsalit juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan listrik cold storage hingga 40 MW.
Selain panas bumi, pemerintah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Way Tina yang direncanakan memiliki empat unit pembangkit berkapasitas masing-masing 3 MW atau total 12 MW.
PLTA Way Tina ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2030.
Pemerintah turut menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Wae Mala berkapasitas 1,1 MW yang ditargetkan mencapai COD pada 2029.
PLTS dan Biomassa Perkuat Pasokan Energi Pulau Buru
Untuk memenuhi kebutuhan energi dalam jangka pendek, pemerintah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Namlea berkapasitas 5 MW.
PLTS Namlea dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) atau sistem penyimpanan energi berbasis baterai untuk mendukung keandalan pasokan listrik.
PLTS dan BESS Namlea ditargetkan segera beroperasi untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
Pengembangan energi bersih Pulau Buru juga akan diperkuat melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Namlea 2 dengan kapasitas yang direncanakan sebesar 10 MW.
PLTBm Namlea 2 ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
Secara nasional, bauran energi baru dan terbarukan saat ini telah mencapai sekitar 18,3 persen.
Kementerian ESDM menilai pengembangan energi bersih di wilayah kepulauan masih menghadapi tantangan karena sejumlah pulau kecil di Indonesia masih bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi utama untuk pembangkit listrik.
Ketergantungan terhadap BBM menjadi salah satu alasan pemerintah terus mempercepat transisi menuju energi bersih di daerah terpencil dan kepulauan.
Kementerian ESDM akan mendorong pemanfaatan sumber energi lokal dengan jenis energi yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi geografis setiap wilayah.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




