HOME  ⁄  Nasional

Undana Gandeng BP3MI NTT Siapkan Lulusan Bersaing di Pasar Kerja Internasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Undana Gandeng BP3MI NTT Siapkan Lulusan Bersaing di Pasar Kerja Internasional
Foto: Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamidah berpose dengan Kepala BPKS Undana Yefry C. Adoe di Undana Kupang (sumber: Undana)

Pantau - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggandeng Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur untuk mempersiapkan mahasiswa dan lulusan agar memiliki keterampilan, sertifikasi, serta kemampuan bahasa asing guna bersaing di pasar kerja internasional.

Rencana kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi strategis antara Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana dengan BP3MI NTT di Ruang Rapat BPKS Undana.

Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamidah mengatakan kebutuhan pasar kerja global semakin mengutamakan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan praktis, sertifikasi, dan kemampuan berbahasa asing sehingga ijazah perguruan tinggi saja tidak lagi cukup.

"Pasar global saat membutuhkan skill dan kemampuan bahasa, bukan sekadar ijazah. Jika kita tidak menyiapkan ekosistem dan pelatihan dari sekarang, lulusan kita hanya akan menjadi penonton di tengah terbukanya pasar kerja internasional," ungkap Suratmi.

Siapkan Migrant Class dan Pelatihan Bahasa Asing

Menurut Suratmi, kerja sama Undana dan BP3MI NTT dapat membuka jalur penempatan formal bagi lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di luar negeri dalam berbagai sektor, termasuk hospitality dan keperawatan profesional.

BP3MI NTT menilai masih banyak lulusan perguruan tinggi yang menunggu kesempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan sehingga diperlukan keterampilan dan sertifikasi tambahan untuk meningkatkan daya saing mereka.

"Banyak lulusan perguruan tinggi yang menunggu peluang kerja setelah wisuda. Melalui wadah kolaborasi ini, kita ingin membekali mereka dengan sertifikasi dan keahlian tambahan agar siap bersaing di sektor-sektor unggulan luar negeri seperti hospitality hingga perawat profesional," kata Suratmi.

Salah satu program yang dipersiapkan adalah pembentukan kelas vokasi khusus atau migrant class di lingkungan Undana dengan materi pembekalan yang disesuaikan dengan kebutuhan calon pekerja untuk mengakses pasar kerja internasional.

Pelatihan bahasa asing menjadi salah satu fokus dalam migrant class, terutama bahasa Inggris dan Mandarin.

Kepala BPKS Undana Yefry C. Adoe menyatakan pihak kampus siap mendukung program tersebut melalui penguatan keterampilan mahasiswa dan optimalisasi berbagai fasilitas universitas.

Yefry menilai mahasiswa tidak seharusnya hanya berorientasi menjadi pegawai negeri sipil (PNS) setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga perlu memiliki keterampilan tambahan di luar kompetensi yang dibuktikan melalui ijazah.

"Ini peluang yang sangat bagus bagi kita. Kami selalu sampaikan kepada mahasiswa agar tidak berorientasi PNS saja, tetapi harus punya skill tambahan di luar ijazah," ungkap Yefry.

Undana Siapkan Fasilitas Pendukung Penempatan Pekerja Migran

Undana selama ini telah menjalankan program bantuan sertifikasi bagi mahasiswa dan pemangku kepentingan yang akan diperkuat melalui kolaborasi dengan BP3MI NTT.

Penguatan program tersebut ditujukan agar mahasiswa telah memiliki keterampilan dan sertifikasi sebagai bekal sebelum menyelesaikan masa studi.

Kerja sama Undana dan BP3MI NTT juga diproyeksikan mencakup pemanfaatan sejumlah fasilitas universitas untuk mendukung proses resmi penempatan pekerja migran Indonesia.

Rumah Sakit Undana akan diarahkan menjadi fasilitas pemeriksaan kesehatan calon pekerja migran, sedangkan unit psikologi Undana direncanakan dapat digunakan untuk asesmen psikologis.

Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan mendukung tahapan persiapan hingga penempatan pekerja migran Indonesia melalui jalur resmi.

Sebagai tindak lanjut, Undana dan BP3MI NTT akan merampungkan nota kesepahaman serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis sebagai dasar pelaksanaan berbagai program yang telah direncanakan.

Migrant class di Undana ditargetkan sudah dapat dibuka pada gelombang pendaftaran berikutnya.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026