HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Telekomunikasi, Bidik Teknologi 6G hingga Kuantum

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Telekomunikasi, Bidik Teknologi 6G hingga Kuantum
Foto: Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menunjukkan dokumen kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan India di bidang telekomunikasi dan ekosistem digital (sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital)

Pantau - Indonesia dan India menyepakati penguatan kerja sama teknologi dan layanan telekomunikasi sebagai landasan untuk mendorong inovasi serta membangun ekosistem digital masa depan kedua negara.

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil pembahasan Joint Leaders’ Statement dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India ke Indonesia yang diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia ingin memastikan transformasi digital tidak hanya menjadikan masyarakat sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai, mengembangkan, dan menciptakan teknologi masa depan.

“Indonesia ingin memastikan transformasi digital membuat masyarakat Indonesia semakin mampu menguasai, mengembangkan dan menciptakan teknologi masa depan. Kerja sama dengan India menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat kapasitas tersebut,” ungkap Meutya.

Kesepakatan kerja sama Indonesia dan India tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) atau Memorandum Saling Pengertian (MSP).

MoU itu menjadi landasan bagi kedua negara untuk mengembangkan teknologi telekomunikasi sekaligus memperkuat ekosistem digital.

Draf final dokumen kerja sama telah dipertukarkan melalui agenda exchange of document di hadapan pimpinan kedua negara.

Untuk mengukuhkan kerja sama tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia telah menyepakati penandatanganan MoU.

Kesepakatan itu menegaskan komitmen kedua negara untuk mengembangkan layanan telekomunikasi berdasarkan prinsip kerja sama yang setara dan saling menguntungkan.

Indonesia dan India Bidik 6G hingga Teknologi Kuantum

Meutya menjelaskan kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada penguatan teknologi telekomunikasi yang telah digunakan saat ini, tetapi juga diarahkan pada penguasaan teknologi generasi berikutnya.

Program riset dan pengembangan bersama akan mencakup teknologi 4G dan 5G serta penjajakan pengembangan teknologi 6G.

Selain teknologi jaringan seluler, kedua negara akan menjajaki teknologi masa depan seperti teknologi kuantum dan komunikasi nirkabel mutakhir.

“Kita berbicara tentang 4G dan 5G, tetapi juga teknologi yang akan menentukan konektivitas dan daya saing digital pada masa mendatang. Karena itu, riset, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi industri harus kita siapkan sejak sekarang,” kata Meutya.

Menurut Meutya, penguasaan teknologi telekomunikasi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang cepat, andal, dan tangguh.

Kerja sama dengan India diharapkan membuka ruang lebih luas bagi pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta inovasi untuk memperkuat kemampuan kedua negara menghadapi perkembangan teknologi global.

Kolaborasi tersebut turut mencakup penguatan sistem komunikasi untuk penanganan bencana.

Indonesia dan India akan mengeksplorasi pengembangan sistem komunikasi darurat dan solusi pengurangan risiko bencana guna menjaga keberlangsungan layanan telekomunikasi ketika terjadi krisis maupun bencana alam.

“Bagi Indonesia, konektivitas juga menyangkut ketahanan. Ketika bencana terjadi, jaringan komunikasi harus tetap menjadi penghubung masyarakat, pemerintah, dan layanan darurat,” ungkap Meutya.

Pelatihan SDM dan Kolaborasi Industri Diperkuat

Implementasi kerja sama akan dilakukan melalui sejumlah program konkret, termasuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, upskilling, dan reskilling.

Indonesia dan India juga akan membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan yang melibatkan akademisi serta industri.

Kemitraan pemerintah dan swasta atau public-private partnerships (PPP) turut diperkuat sebagai bagian dari pelaksanaan kerja sama tersebut.

Pelaku usaha kedua negara mendapatkan ruang untuk terlibat melalui kemitraan business-to-business (B2B), sehingga perusahaan telekomunikasi dan teknologi Indonesia serta India dapat mengembangkan proyek bersama.

Kemitraan B2B juga diharapkan memungkinkan perusahaan kedua negara saling melengkapi kapasitas dan keunggulan industrinya.

Untuk memastikan kolaborasi berlangsung berkelanjutan, Indonesia dan India akan membentuk forum tahunan Indonesian-Indian Telco Dialogue yang dipimpin pejabat tingkat tinggi kedua negara.

Forum tersebut akan diselenggarakan secara bergantian di Indonesia dan India untuk mengevaluasi kemajuan program, membahas tantangan pelaksanaan kerja sama, serta menyusun rencana kerja lanjutan.

MoU kerja sama teknologi dan telekomunikasi Indonesia-India akan berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia berharap dapat mempercepat penguasaan teknologi telekomunikasi masa depan, meningkatkan ketahanan infrastruktur komunikasi, dan memperluas manfaat transformasi digital bagi masyarakat.

Meutya menekankan kemitraan kedua negara harus menghasilkan manfaat konkret, termasuk membuka kesempatan lebih besar bagi talenta, peneliti, dan industri Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi.

“Kemitraan Indonesia dan India harus memberikan manfaat yang konkret bagi masyarakat. Kita ingin kerja sama ini membuka lebih banyak ruang bagi talenta, peneliti, dan industri Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan teknologi, sehingga manfaat transformasi digital dapat semakin kuat dirasakan masyarakat dan perekonomian nasional,” kata Meutya.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026