HOME  ⁄  Nasional

Karhutla Kalimantan Barat Meluas hingga 48 Ribu Hektare, BNPB Kerahkan Ribuan Personel dan Helikopter

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Karhutla Kalimantan Barat Meluas hingga 48 Ribu Hektare, BNPB Kerahkan Ribuan Personel dan Helikopter
Foto: Gubernur Ria Norsan turun langsung ke lokasi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, dan Pangdam XII/Tanjungpura untuk melihat kondisi lahan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan optimal (sumber: Prokopim Kalbar)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah menghanguskan area seluas 48.535,73 hektare hingga September 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan angka tersebut merupakan hasil sinkronisasi data sistem pemantauan satelit SiPongi dengan pengukuran langsung tim BNPB di lapangan.

"Kami sampaikan bahwa di Kalimantan Barat lahan terbakar sebesar 38.310 hektare lebih, sedangkan yang kami ukur berdasarkan realita di lapangan 10.224 hektare lebih, sehingga total terbakar sebesar 48.535,73 hektare," ungkap Berton.

Dari total tersebut, lebih dari 38.310 hektare berasal dari data lahan terbakar yang dipantau melalui sistem, sedangkan pengukuran berdasarkan kondisi nyata di lapangan mencatat lebih dari 10.224 hektare.

Data sistem pemantauan satelit SiPongi yang digunakan dalam penghitungan tersebut tercatat per 31 Juli 2028.

Masih Ada 80 Hektare Lebih yang Belum Padam

Pemerintah mengerahkan 14.759 personel Satuan Tugas (Satgas) Darat sebagai bagian dari mitigasi dan penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Operasi tersebut diperkuat Satgas Udara yang mengoperasikan lima helikopter untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC), serta sembilan helikopter untuk pemadaman melalui water bombing.

Berdasarkan pemantauan pada 14 September 2026, BNPB menemukan 19 titik api dengan estimasi luas area terbakar mencapai lebih dari 261 hektare.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 180 hektare berhasil dipadamkan, dengan lebih dari 175 hektare ditangani Satgas Darat dan lebih dari lima hektare dipadamkan Satgas Udara melalui water bombing.

Dengan demikian, masih terdapat lebih dari 80 hektare area yang belum berhasil dipadamkan hingga Selasa, 15 September 2026.

"Ada pun jumlah titik api yang ditemukan (pada 14 September 2026) sebanyak 19 titik dengan estimasi terbakar kemarin adalah 261 hektare lebih dan yang dapat dipadamkan sebesar 180 hektare lebih, dengan rincian dipadamkan oleh Satgas Darat sebesar 175 hektare lebih, dipadamkan oleh Water Bombing atau Satgas Udara adalah 5 hektare lebih. Sehingga ada sejumlah 80 hektare lebih yang belum dipadamkan hari ini, Selasa 15 September 2026," kata Berton.

Helikopter Bantuan Jepang Terkendala Kabut Asap

BNPB juga mengonfirmasi unit helikopter bantuan dari pemerintah Jepang telah tiba di Kalimantan Barat untuk membantu operasi pemadaman karhutla.

Namun, helikopter tersebut belum dapat dioperasikan karena jarak pandang atau visibility sangat rendah akibat kabut asap.

Pihak Jepang baru akan melakukan operasi ketika jarak pandang berada pada kisaran 3.500 hingga 5.000 meter.

"Namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah, dan pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," ungkap Berton.

Kabut asap pekat akibat karhutla menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat masuk kategori berbahaya.

Wilayah yang dilaporkan mengalami kualitas udara berbahaya antara lain Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, dan Ketapang.

Kabut asap juga menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah turun hingga di bawah satu kilometer.

Hujan Mulai Turun di Sejumlah Wilayah

Di tengah operasi penanganan karhutla, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir.

Hujan dilaporkan terjadi di Sambas, Sintang, Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sekadau.

"Kondisi cuaca beberapa hari ini ada beberapa terjadi hujan ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Sambas, Sintang, Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sekadau," kata Berton.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026