
Pantau - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memanfaatkan bantuan corporate social responsibility (CSR) Bank Jateng Kudus senilai Rp149 juta untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menerima dana CSR tersebut dari Bank Jateng Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa.
Pemkab Kudus selanjutnya menyerahkan bantuan tersebut kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kudus untuk membiayai sejumlah program pengembangan UMKM.
"Bantuan tersebut kami serahkan kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kudus untuk digunakan dalam sejumlah program pengembangan UMKM, mulai dari pelatihan hingga kegiatan promosi dan pemasaran produk," ungkap Sam'ani.
Pemkab Kudus berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal agar UMKM dan pelaku ekonomi kreatif semakin berkembang serta memiliki daya saing lebih kuat.
Dekranasda Siapkan Pelatihan dan Expo UMKM
Ketua Dekranasda Kudus Endhah Sam'ani Intakoris mengatakan program peningkatan kapasitas UMKM menjadi salah satu bentuk dukungan Bank Jateng terhadap upaya pengentasan kemiskinan sekaligus penguatan usaha binaan Dekranasda.
"Memang dari Bank Jateng. Misi kami untuk pengentasan kemiskinan dan kami masukkan ke UMKM yang di bawah naungan Dekranasda," ungkap Endhah.
Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan melalui dukungan tersebut adalah pelatihan bagi pelaku UMKM selama tiga hari.
Pelatihan tersebut mencakup dua hari kegiatan lanjutan setelah pembukaan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Selain pelatihan, Dekranasda Kudus akan menggelar Expo UMKM pada 18–20 September 2026.
Pelaku UMKM peserta pelatihan akan mendapatkan kesempatan memasarkan produknya melalui stan yang disediakan dalam Expo UMKM.
Kegiatan tersebut juga akan melibatkan pelaku usaha binaan Dekranasda Kudus dari berbagai sektor, antara lain kuliner, kriya, dan fashion.
Namun, keterbatasan anggaran membuat program yang didanai CSR Bank Jateng tersebut pada tahap ini hanya dapat diikuti 45 pelaku UMKM.
Sebanyak 45 peserta itu dipilih dari sekitar 300 UMKM yang berada di bawah binaan Dekranasda Kudus.
Pelaku UMKM Bisa Mendapat Pendampingan
Dekranasda Kudus juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM yang belum menjadi binaannya untuk mendapatkan pendampingan dengan datang langsung maupun mendaftarkan produk melalui tautan yang telah disediakan.
Pendampingan tidak hanya mencakup pengembangan produk dan strategi pemasaran, tetapi juga pengurusan perizinan serta sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan pelaku usaha untuk mengembangkan produk sekaligus memperkuat akses pemasaran.
CSR Bank Jateng di Kudus Capai Sekitar Rp1 Miliar
Pemasaran Bank Jateng Kudus Setyo Budi Cahyanto mengatakan bantuan kepada Dekranasda merupakan bagian dari total CSR sekitar Rp1 miliar yang dialokasikan Bank Jateng untuk sejumlah sektor di Kabupaten Kudus.
Dana tersebut dibagi kepada sejumlah sektor dan instansi berdasarkan fungsi serta kebutuhan masing-masing.
"Nanti untuk masing-masing porsi sesuai dengan fungsinya. Ada dari Dinsos, DKK, PKPLH, juga salah satunya di dinas kabupaten," ungkap Setyo.
Bank Jateng menegaskan penyaluran CSR kepada Dekranasda Kudus antara lain ditujukan untuk membantu meningkatkan perekonomian kreatif.
Dukungan tersebut secara khusus diharapkan mampu memperkuat sekaligus mengembangkan UMKM di Kabupaten Kudus.
- Penulis :
- Leon Weldrick




