HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.730 per Dolar AS, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Membayangi Pasar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.730 per Dolar AS, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Membayangi Pasar
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am..)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 36 poin atau 0,20 persen pada pembukaan perdagangan Rabu (16/9/2026) menjadi Rp17.730 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp17.694 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dipengaruhi oleh global, (yakni) antisipasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan hari ini waktu AS dimana 100 persen survei pelaku pasar memperkirakan 25 bps (basis points) kenaikan menjadi 4 persen didorong oleh harga minyak yg masih di level 105 dolar AS per barel,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pasar Menanti Keputusan The Fed

Mengutip Kantor Berita China Xinhua, sentimen pasar dipengaruhi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) untuk menentukan kebijakan moneter September yang dimulai pada Selasa (15/9/2026).

Setelah data inflasi berada pada tingkat tinggi selama beberapa bulan, pelaku pasar meyakini bank sentral AS akan menaikkan suku bunga ketika pertemuan berakhir pada Rabu (16/9/2026).

Perkembangan kebijakan moneter AS tersebut menjadi salah satu faktor eksternal yang membayangi pergerakan mata uang rupiah.

Rupiah Diproyeksikan Bergerak hingga Rp17.750

Dari dalam negeri, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada pekan depan juga akan menghadapi sejumlah tekanan eksternal dan domestik.

Faktor tersebut mencakup sikap The Fed yang hawkish, tren kenaikan inflasi, hingga semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah untuk menanggung selisih harga minyak dengan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar 70 dolar AS per barel.

Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, Rully memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.690 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026