HOME  ⁄  Ekonomi

UMKM Kopi Bengkulu Membidik Pasar Global dengan Penguatan Mutu dan Standar Ekspor

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UMKM Kopi Bengkulu Membidik Pasar Global dengan Penguatan Mutu dan Standar Ekspor
Foto: (Sumber :Pameran kopi produksi UMKM Bengkulu (ANTARA/Boyke Ledy Watra).)

Pantau - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kopi di Provinsi Bengkulu terus berupaya menembus pasar global dengan meningkatkan kualitas produksi dan memenuhi berbagai standar ekspor yang ditetapkan pembeli luar negeri.

Proses membawa kopi Bengkulu ke pasar internasional tidak hanya bergantung pada jumlah produksi dan kualitas rasa, tetapi juga mencakup proses penanaman, perawatan, panen, hingga perlakuan pascapanen.

Saiful Ansori, petani kopi di Kabupaten Kepahiang sekaligus pemilik UMKM Rodaba Coffee, menjadi salah satu pelaku usaha yang ingin memperluas pemasaran produknya dari pasar domestik menuju pasar dunia.

Keinginan tersebut didukung potensi Bengkulu yang termasuk lima besar daerah penghasil kopi secara nasional sehingga memiliki kemampuan pasokan yang besar.

"Kalau soal volume pasokan, rasanya provinsi yang kini berjuluk Bumi Merah Putih itu tidak akan kesulitan memenuhinya," ungkapnya.

Kopi Bengkulu Hadapi Ketatnya Standar Pasar Global

Bengkulu memiliki komoditas unggulan seperti Sintaro atau Sindang Dataran Robusta yang merupakan varietas asli Kabupaten Rejang Lebong serta kopi Sehasen dari Kabupaten Kepahiang.

Kedua varietas tersebut telah dikenal luas dan kerap meraih penghargaan dalam berbagai festival kopi.

Namun, kualitas rasa dan kemampuan memenuhi volume permintaan belum cukup untuk membawa produk kopi masuk ke pasar internasional.

Saiful mengatakan pembeli global menetapkan berbagai persyaratan terperinci, mulai dari jenis kopi, masa dan pilihan petik, contoh petik merah, kadar air, hingga keseragaman diameter biji kopi.

Pelaku UMKM juga harus memenuhi persyaratan administratif dan identitas komoditas sebelum kopi dapat dikirim menggunakan kontainer kargo ekspor.

Berbagai persyaratan tersebut membuat pengembangan kopi berorientasi ekspor membutuhkan metode pertanian, sarana, dan prasarana yang mampu mendukung pemenuhan standar pasar.

Petani Diperkuat dari Kebun hingga Pascapanen

Pada tingkat perkebunan, petani membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai bibit, metode tanam, perlakuan tanaman, penggunaan pupuk, kondisi topografi dan geografis, hingga cuaca.

Pemahaman terhadap berbagai faktor tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas kopi sejak ditanam hingga memasuki masa panen.

Pengalaman petani selama bertahun-tahun dalam merawat tanaman menjadi modal untuk meningkatkan kualitas produksi, tetapi masih membutuhkan tambahan pengetahuan dan dukungan teknis agar hasil panen memenuhi standar ekspor.

Pemerintah daerah pun menilai peningkatan kualitas kopi Bengkulu tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman para petani.

Penguatan pengetahuan dan dukungan sejak tanaman mulai dikembangkan hingga menghasilkan buah menjadi bagian dari upaya memperbaiki mutu kopi dari tingkat perkebunan.

Langkah tersebut dilakukan melalui program sekolah kopi yang telah diikuti puluhan kelompok tani.

Selain peningkatan pengetahuan, pemerintah daerah menyiapkan bibit kopi sambung untuk ribuan hektare lahan petani serta mengupayakan ketersediaan pupuk.

Penguatan dari tingkat petani hingga pemenuhan standar mutu menjadi bagian penting dalam membuka peluang lebih luas bagi UMKM kopi Bengkulu untuk membawa produknya ke pasar global.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026