
Pantau - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menyetujui pembiayaan sebesar 650 juta dolar AS untuk mendukung Indonesia meningkatkan pengelolaan fiskal, mempercepat digitalisasi pemerintahan, dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Dengan kurs 1 dolar AS sebesar Rp17.712, nilai pembiayaan tersebut setara sekitar Rp11,51 triliun.
"Arsitektur fiskal dan digital negara yang semakin diperkuat memungkinkan penyediaan layanan yang lebih baik bagi masyarakat," tutur Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov.
Perkuat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Pembiayaan tersebut merupakan bagian dari Program Percepatan Desentralisasi demi Meningkatkan Tata Kelola Daerah yang bertujuan memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola keuangan publik.
Program itu mencakup pengembangan platform digital nasional untuk mengintegrasikan sekaligus melaporkan data fiskal.
Program tersebut juga mencakup penerapan penilaian pajak properti yang lebih adil untuk memperkuat pendapatan pemerintah daerah.
ADB Dorong Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah
ADB menyatakan program tersebut akan membantu memperkuat kapasitas fiskal dan administratif pemerintah daerah.
Dukungan juga diarahkan pada penganggaran yang mempertimbangkan perlindungan bagi perempuan dan anak perempuan serta risiko bencana.
Melalui pembiayaan tersebut, penguatan tata kelola fiskal dan digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik di Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




