
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengawal kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi pascabencana alam di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengawasan dilakukan bersama Komisi XII DPR RI melalui kunjungan kerja spesifik ke Fuel Terminal Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, pada 17-19 September 2026.
BPH Migas Periksa Ketersediaan dan Distribusi BBM
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan sektor energi setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Flores.
Pengawasan difokuskan pada kondisi ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pascabencana.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh rantai pasok energi pascabencana berjalan tanpa hambatan. Alhamdulillah, saat ini seluruh kondisi penyaluran energi sudah kembali normal, baik pasokan yang dikirim dari Fuel Terminal Labuan Bajo, Reo, Ende, maupun fasilitas terminal lainnya," ujar Wahyudi saat mengikuti kunjungan kerja, Kamis (17/9/2026).
Penyaluran Energi Disebut Kembali Normal
Berdasarkan pemantauan BPH Migas, kondisi penyaluran energi di wilayah terdampak saat ini telah kembali normal.
Pasokan BBM didistribusikan melalui sejumlah fasilitas, termasuk Fuel Terminal Labuan Bajo, Reo, Ende, serta terminal lainnya.
Pengawasan bersama Komisi XII DPR RI tersebut berlangsung hingga Sabtu (19/9/2026) untuk memantau penyaluran energi di wilayah Flores.
- Penulis :
- Aditya Yohan




