HOME  ⁄  Ekonomi

PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer dan Biomassa PLTU Bolok Siap Jaga Listrik NTT

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer dan Biomassa PLTU Bolok Siap Jaga Listrik NTT
Foto: (Sumber :Ilustrasi - PLTU Bolok 2x16,5 MW di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO-PT PLN EPI.)

Pantau - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan energi primer dan biomassa untuk PLTU Bolok di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kondisi siap guna menjaga keandalan operasional pembangkit yang menopang kebutuhan listrik Pulau Timor.

"Kami melakukan kunjungan kerja ke PLTU Bolok di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meninjau langsung kondisi operasional pembangkit serta kesiapan pasokan energi primer dan biomassa," kata Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kunjungan bersama Komite Nominasi dan Remunerasi (NR) PLN EPI tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan dewan komisaris sekaligus evaluasi pelaksanaan kebijakan strategis perusahaan dalam menjaga rantai pasok energi primer di NTT.

PLTU Bolok berkapasitas 2x16,5 MW dan telah beroperasi sejak 2013 sebagai salah satu pembangkit yang menopang kebutuhan listrik Pulau Timor.

Pembangkit tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan NTT sekaligus mengurangi ketergantungan pembangkit terhadap bahan bakar minyak (BBM).

PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Energi PLTU Bolok

Dewan Komisaris dan Komite NR PLN EPI memperoleh pemaparan mengenai kondisi operasional PLTU Bolok yang dikelola PT PLN Nusantara Power Services.

Peninjauan mencakup kebutuhan dan kondisi pasokan energi primer, pengelolaan persediaan bahan bakar, serta pemanfaatan biomassa untuk program co-firing.

"Keandalan pembangkit tidak dapat dipisahkan dari kesiapan energi primernya. Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, mulai dari kesiapan pasokan, pengelolaan persediaan hingga pemanfaatan biomassa, sehingga dapat menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan kebijakan strategis perusahaan," katanya.

Menurut Nikson, kondisi geografis NTT yang terdiri atas wilayah kepulauan membuat pengelolaan rantai pasok energi primer membutuhkan pendekatan yang adaptif.

Ketersediaan sumber energi, moda transportasi, kondisi cuaca, kesiapan fasilitas penerimaan, hingga kecukupan persediaan perlu dikelola secara terintegrasi untuk mengurangi risiko gangguan pasokan.

"NTT memiliki tantangan logistik yang berbeda dengan wilayah lainnya. Karena itu, pengamanan pasokan harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhitungkan berbagai risiko agar energi primer dapat tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit," ujarnya.

Biomassa Didorong Beri Manfaat bagi Masyarakat

PLN EPI juga meninjau pemanfaatan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara melalui program co-firing di PLTU Bolok.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Group meningkatkan penggunaan energi berbasis sumber daya domestik sekaligus mendukung agenda transisi energi.

Dewan komisaris mendorong pengembangan biomassa tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pembangkit, tetapi juga keberlanjutan pasokan dan potensi sumber daya lokal.

Pengembangan rantai pasok dengan melibatkan masyarakat serta pelaku usaha daerah dinilai berpotensi menciptakan manfaat ekonomi di sekitar wilayah pembangkit.

"Kami ingin pemanfaatan biomassa tidak hanya memberikan manfaat dari sisi energi, tetapi juga mampu membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi daerah. Potensi lokal perlu terus dipetakan, sehingga rantai pasok biomassa dapat tumbuh secara berkelanjutan dan pada saat yang sama memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Nikson.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan perusahaan berupaya memastikan setiap pembangkit memperoleh energi primer dengan jumlah, kualitas, dan waktu yang sesuai kebutuhan.

"Melalui pengawasan yang kuat dan rantai pasok yang semakin adaptif, PLN EPI terus memperkuat fondasi ketahanan energi untuk menjaga keandalan listrik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur," sebut Mamit.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026