HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berbalik Melemah, Kenaikan Suku Bunga Bank of Japan Tekan Pasar Saham

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Berbalik Melemah, Kenaikan Suku Bunga Bank of Japan Tekan Pasar Saham
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat sore ditutup melemah 21,27 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.441,16, di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank of Japan (BoJ).

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turun lebih dalam sebesar 8,13 poin atau 1,25 persen ke posisi 640,25.

"IHSG berbalik melemah di tengah kenaikan suku bunga BoJ," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

BoJ Naikkan Suku Bunga, Pasar Cermati Pengetatan Moneter Global

Dari sentimen global, Bank of Japan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 1,25 persen.

Kenaikan suku bunga BoJ tersebut menyusul langkah bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), yang sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 bps ke kisaran 3,75–4,00 persen.

Menurut Ratna, kebijakan kedua bank sentral tersebut semakin mempertegas tren pengetatan kebijakan moneter global ketika risiko inflasi masih tinggi.

"Langkah itu menegaskan tren pengetatan moneter global di tengah risiko inflasi yang masih tinggi," ujar Ratna.

Selain kebijakan suku bunga global, perhatian pelaku pasar tertuju pada rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pekan berikutnya.

Pertemuan pemimpin dua negara dengan perekonomian besar tersebut diharapkan dapat memberikan sentimen positif terhadap proses pemulihan hubungan AS dan China.

Meski terdapat harapan terhadap membaiknya hubungan bilateral kedua negara, pelaku pasar masih bersikap berhati-hati karena ketidakpastian mengenai sanksi, tarif, serta berbagai konflik geopolitik yang sensitif.

IHSG Berbalik ke Zona Merah pada Sesi Kedua

Dalam pergerakan perdagangan, IHSG mengawali sesi dengan penguatan dan bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua, IHSG berbalik bergerak ke zona merah dan bertahan di wilayah negatif hingga perdagangan ditutup.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor barang konsumen nonprimer yang mencatatkan penguatan dengan kenaikan sebesar 0,17 persen.

Sebanyak 10 sektor lainnya mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat.

Sektor properti mengalami penurunan terdalam sebesar 1,17 persen, diikuti sektor kesehatan yang turun 1,16 persen dan sektor keuangan yang melemah 1,15 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar antara lain NASI, TRUE, BAJA, KICI, dan WAPA.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah FORU, TCPI, AGAR, JARR, dan AYLS.

Transaksi BEI Capai Rp19,24 Triliun

Frekuensi perdagangan saham di BEI tercatat sebanyak 1.907.000 kali transaksi.

Total volume perdagangan mencapai 31,72 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp19,24 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 212 saham mengalami kenaikan harga, 464 saham melemah, dan 287 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Di pasar saham regional Asia, indeks Nikkei menguat 1,52 persen ke posisi 65.114,00.

Indeks Shanghai menguat 0,94 persen ke posisi 3.911,87, sedangkan indeks Hang Seng naik 0,60 persen ke posisi 24.750,78.

Indeks Kospi mencatatkan penguatan sebesar 2,66 persen ke posisi 6.894,23.

Sementara itu, indeks Straits Times melemah 0,08 persen ke posisi 5.656,11.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026