HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Tambah Pasokan BBM hingga 59 Persen untuk Mengurai Antrean Panjang di SPBU Kendari

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pertamina Tambah Pasokan BBM hingga 59 Persen untuk Mengurai Antrean Panjang di SPBU Kendari
Foto: Kondisi antrean panjang kendaraan yang demi mendapat BBM di SPBU Anggoeya Poasia dan SPBU Saranani, Korumba, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (sumber: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra/La Ode Ari)

Pantau - Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) hingga 59 persen dibandingkan rata-rata normal harian untuk mengatasi antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Penguatan pasokan terutama dilakukan terhadap BBM jenis Pertalite yang mengalami peningkatan permintaan di wilayah tersebut.

Pjs. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya W, mengatakan tambahan pasokan difokuskan pada SPBU yang mengalami lonjakan permintaan.

"Untuk wilayah Kendari, saat ini Pertamina Patra Niaga telah melakukan penguatan penyaluran BBM dengan penambahan hingga 59 persen dibandingkan rerata penyaluran normal harian," ujar Okky.

Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tunggu masyarakat yang sebelumnya harus mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Pertamina juga berharap pelayanan kebutuhan BBM masyarakat di seluruh SPBU di Kendari dapat segera kembali normal.

Pertamina Perketat Pengawasan Tangki Modifikasi

Selain memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan ketat terhadap SPBU yang mengalami kepadatan antrean kendaraan.

Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi pengisian BBM menggunakan tangki cadangan maupun tangki yang telah dimodifikasi, baik pada kendaraan roda empat maupun sepeda motor.

Pertamina bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menangani antrean sekaligus membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami kepadatan kendaraan.

Pengaturan lalu lintas terutama dilakukan terhadap antrean kendaraan yang terjadi pada malam hari.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk mengawasi transaksi BBM yang tidak wajar serta indikasi penyalahgunaan BBM subsidi.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemda dan aparat kepolisian untuk membantu pengawasan di SPBU, termasuk terhadap transaksi tidak wajar maupun indikasi penyalahgunaan BBM subsidi, seperti penggunaan tangki tambahan/cadangan yang tidak sesuai ketentuan," jelasnya.

SPBU Diminta Tolak Kendaraan dengan Tangki Modifikasi

Okky menegaskan seluruh petugas SPBU di Kendari telah mendapatkan instruksi untuk menolak melayani kendaraan yang terindikasi menggunakan tangki modifikasi.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan kuota BBM subsidi disalurkan kepada pihak yang berhak dan tepat sasaran.

Pengetatan pengawasan juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi agar dapat mencukupi kebutuhan masyarakat umum.

Pertamina memastikan setiap indikasi pelanggaran dalam pembelian maupun penggunaan BBM akan ditindaklanjuti berdasarkan kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

"Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tentunya akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku," tegas Okky.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026