HOME  ⁄  Ekonomi

Dari Kolam Desa, Belut Padi Khas Tiongkok Membidik Pasar Global dengan Teknologi Modern

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dari Kolam Desa, Belut Padi Khas Tiongkok Membidik Pasar Global dengan Teknologi Modern
Foto: (Sumber :Warga desa memanen belut rawa di sebuah peternakan di Xiantao, Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, 16 September 2026. (Xinhua/Lu Jinbo).)

Pantau - Industri belut padi di Xiantao, Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, mulai memperluas pasar global setelah berkembang menjadi salah satu pusat budi daya dan pengolahan belut padi terbesar di negara tersebut.

Xiantao saat ini menyumbang sekitar seperempat dari produksi belut padi Tiongkok dengan nilai output industri tahunan mencapai lebih dari 12 miliar yuan.

Industri tersebut berkembang sejak lebih dari tiga dekade lalu ketika petani setempat mulai bereksperimen membudidayakan belut padi menggunakan keramba di kolam.

Petani Xiantao sempat menghadapi kelebihan pasokan dan penurunan harga setelah budi daya belut padi berkembang di berbagai wilayah Tiongkok, tetapi industri setempat tetap bertahan.

“Dengan sebagian besar lahan pertanian kami diubah menjadi kolam, budi daya belut padi telah menjadi satu-satunya jalan yang layak untuk terus maju,” kata pejabat Desa Xianfeng sekaligus Ketua Asosiasi Industri Belut Padi Xiantao, Zhu Chuanbao.

Produksi Desa Tembus Satu Miliar Ekor Setahun

Desa Xianfeng di Kota Zhanggou menghasilkan sekitar satu miliar ekor belut padi setiap tahun.

“Itu cukup untuk menyediakan belut padi Xianfeng tersaji di meja hampir setiap rumah tangga di Tiongkok secara rata-rata,” ujar Zhu.

Industri tersebut turut menjadi sumber penghasilan masyarakat sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan penduduk desa.

Xiantao kini menjadi lokasi perusahaan pengolahan belut padi terbesar di Tiongkok serta pasar perdagangan belut padi terbesar yang berada di kawasan produksi.

“Kami memasuki era baru budi daya belut padi,” kata Zhu.

Peneliti Universitas Pertanian Huazhong dan Institut Hidrobiologi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok juga bekerja sama dengan produsen lokal untuk mengembangkan pembiakan buatan skala besar serta sistem akuakultur dengan lingkungan terkendali.

Teknologi tersebut memungkinkan produksi berlangsung sepanjang tahun sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap siklus musim.

Pengendalian kualitas dan suhu air juga membantu petani menghadapi cuaca ekstrem serta melindungi belut dari predator.

Penerapan sistem tersebut meningkatkan tingkat kelangsungan hidup belut padi muda di laboratorium dari sekitar 50 persen menjadi 90 persen.

Xiantao Bidik Konsumen Eropa dan Amerika Utara

Pada semester pertama 2026, Xiantao mengekspor lebih dari 125 ton belut padi beku dan produk olahannya ke lebih dari 10 negara dan kawasan.

Pasar ekspor tersebut mencakup Amerika Utara, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Asia Tenggara.

“Ada lebih dari 60 juta warga Tionghoa perantauan di luar negeri, dan belut padi telah diterima secara luas di Asia Timur dan Asia Tenggara. Kami kini berupaya menjangkau lebih banyak konsumen di Eropa dan Amerika Utara dengan mengembangkan produk yang sesuai dengan selera mereka, termasuk belut padi panggang dan steak belut padi,” kata Zhu.

Peternak di Xiantao juga telah membangun platform digital yang mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari pembiakan, budi daya, pemberian pakan hingga pengolahan.

Sistem tersebut memungkinkan konsumen melacak produk dalam setiap tahapan produksi.

“Ketertelusuran memberi belut sawah Xiantao kepercayaan diri untuk menjangkau konsumen di seluruh Tiongkok dan dunia,” kata pejabat pemerintah setempat Lu Huawei.

Pengembangan teknologi juga berlanjut melalui kapal nirawak yang dirancang untuk mengotomatisasi pekerjaan berulang seperti pemberian pakan dan pembersihan sisa pakan.

Peternak belut Xiao Tiebing berharap inovasi tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.

“Saya berharap teknologi baru dapat lebih lanjut meningkatkan efisiensi budi daya, seperti yang telah dilakukan oleh inovasi-inovasi sebelumnya, dan membantu kami memperoleh lebih banyak penghasilan,” ujar Xiao.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026