
Pantau - Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat dan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong mahasiswa mulai membangun kemandirian ekonomi dan berani merintis usaha sejak masih berada di bangku kuliah.
Pesan tersebut disampaikan dalam Summit Event Legislative DPM Universitas Riau (UNRI) di Pekanbaru, Riau, Sabtu (19/9/2026), yang mengangkat tema peran legislator dalam memperkuat UMKM, konektivitas pembangunan daerah tertinggal, dan kemandirian ekonomi nasional.
Syahrul mengatakan mahasiswa perlu terlebih dahulu membangun kemandirian diri sebelum berperan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Bagaimana kita bisa berbicara tentang kemandirian kalau kita sendiri belum mandiri?” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, sistem pendidikan saat ini masih lebih banyak mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja dengan pihak lain dibandingkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
“Kurikulum pendidikan kita belum sepenuhnya membentuk kemandirian. Kita lebih banyak dipersiapkan untuk bekerja dengan orang lain,” ujarnya.
Syahrul juga menyoroti pertumbuhan jumlah lulusan perguruan tinggi yang menurutnya tidak selalu diimbangi dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan.
“Setiap tahun jumlah sarjana bertambah, tetapi pengangguran juga meningkat. Salah satu persoalannya karena pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah lulusan,” katanya.
Mahasiswa Didorong Berani Memulai Usaha
Syahrul meminta mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri menghadapi ujian akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan.
“Kurikulum kita banyak dipersiapkan untuk menjawab soal ujian, tetapi belum cukup dipersiapkan untuk menghadapi soal kehidupan,” katanya.
Ia juga mendorong mahasiswa berani merintis usaha tanpa harus menunggu selesai menjalani pendidikan tinggi.
“Saya banyak menemukan orang-orang sukses yang memulai usahanya sejak masih kuliah. Karena itu, jangan takut untuk memulai,” ujarnya.
Syahrul menilai mahasiswa juga dapat berperan sebagai penghubung antara kelompok masyarakat yang memiliki sumber daya dan pihak yang membutuhkan akses terhadap sumber daya tersebut.
“Coba pertemukan orang-orang yang memiliki sumber daya dengan mereka yang membutuhkan. Di situlah mahasiswa bisa mengambil peran,” katanya.
Kelembagaan Usaha Dinilai Penting untuk Pembinaan
Sementara itu, Hendry Munief menekankan pentingnya penguatan kelembagaan bagi mahasiswa maupun masyarakat yang baru merintis usaha agar lebih mudah mendapatkan pembinaan dan pendampingan.
“Apalagi bagi usaha yang baru mulai. Dengan kelembagaan, akan memudahkan pembinaan oleh pemerintah,” kata Hendry.
Hendry juga mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Apa peran kita dalam membangun bangsa? Itu diawali dengan kemandirian kita, mari manfaatkan momentum. Berikan kontribusi. Berikan apa yang bisa kita berikan,” tuturnya.
Ia meminta mahasiswa yang ingin berbisnis tidak terlalu lama menunggu kondisi ideal dan mulai memanfaatkan kemampuan maupun sumber daya yang sudah dimiliki.
“Memulai bisnis, start from zero, start from now. Mulai dari apa yang kita miliki. Bisa keahlian, keberanian hingga kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak,” katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka




