
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, melalui program Literasi Bisnis yang mencakup pengelolaan usaha, keuangan, akses perbankan, hingga pencegahan investasi ilegal.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan program tersebut diarahkan agar pemulihan ekonomi tidak berhenti pada mengaktifkan kembali usaha, tetapi juga membentuk unit usaha yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
"Pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Kami ingin mereka tidak hanya kembali menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk tumbuh dan bertahan," ujar Riefky dalam keterangannya, Minggu.
Program yang digelar melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi tersebut membekali peserta dengan pemahaman mengenai manajemen usaha dan keuangan, akses perbankan, serta risiko finansial.
Pelaku Ekraf Dibekali Pengetahuan Keuangan
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana memberikan materi mengenai manajemen bisnis sebagai bekal bagi peserta dalam mengembangkan usahanya.
"Pemulihan usaha bukan semata soal kembali berjualan, melainkan bagaimana pelaku ekonomi kreatif membekali diri dengan pengetahuan dan kesiapan untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan," kata Anggara Hayun.
Program tersebut turut melibatkan Bank Mandiri untuk memberikan penjelasan mengenai skema dukungan perbankan kepada pelaku ekonomi kreatif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara juga memberikan edukasi mengenai pencegahan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, serta pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Kemenekraf menjadikan pembekalan tersebut sebagai tahap awal sebelum peserta mengikuti pendampingan lanjutan dan memperoleh akses menuju ekosistem pembiayaan.
Peserta Akan Dihubungkan dengan Investor dan Lembaga Pembiayaan
Pelaku ekonomi kreatif yang memenuhi kriteria selanjutnya akan menjalani tahapan kurasi, pendampingan, hingga pitching session untuk dipertemukan langsung dengan investor dan lembaga pembiayaan.
Perkembangan bisnis peserta juga akan dipantau secara berkala untuk mengukur efektivitas program pemulihan usaha tersebut.
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Trianta Hadil Khoiri Dairiyawan mengatakan pemulihan masyarakat membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan mitra sosial.
"Pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama lintas pihak, dan inilah contoh nyatanya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat Tapanuli Selatan," tutur Trianta.
Melalui program tersebut, Kemenekraf mendorong pelaku ekonomi kreatif terdampak bencana di Tapanuli Selatan memiliki pengelolaan usaha dan keuangan yang lebih baik serta kesiapan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka




