HOME  ⁄  News

Bianca Haidi Taklukkan Rasa Takut Bertanya saat Jalani Riset di Jepang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bianca Haidi Taklukkan Rasa Takut Bertanya saat Jalani Riset di Jepang
Foto: Arsip - Mahasiswi berprestasi, Bianca Haidi, menaklukan "imposter syndrome" dan sukses melakukan riset pangan di tiga negara.

Pantau - Mahasiswi Teknologi Pangan i3L University, Bianca Haidi, menghadapi rasa tidak percaya diri dan takut bertanya ketika menjalani penelitian sebagai Amgen Scholar di The University of Tokyo, Jepang, pada Juni hingga Agustus 2026.

Bianca terpilih mengikuti program tersebut dan mengerjakan penelitian mengenai lokalisasi protein menggunakan rekayasa genetika yang berada di luar bidang utama pendidikannya.

Kondisi itu membuat Bianca harus mempelajari banyak hal dari awal ketika berada di lingkungan laboratorium bersama para peneliti yang telah menguasai bidang tersebut.

Bianca sempat memilih lebih banyak diam meski memiliki banyak pertanyaan karena khawatir pertanyaan sederhana akan membuat dirinya dianggap tidak cukup kompeten.

Hadapi Imposter Syndrome di Laboratorium

Situasi tersebut membuat Bianca mengalami imposter syndrome, yakni perasaan bahwa kemampuan yang dimilikinya belum cukup untuk membuat dirinya pantas berada di lingkungan akademik tersebut.

Ketakutan untuk menunjukkan ketidaktahuan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Bianca selama menjalani penelitian di Jepang.

"Pengalaman ini sangat berarti karena penelitian yang saya lakukan berada di luar latar belakang utama saya," kata Bianca.

Pengalaman tersebut membuat Bianca belajar menghadapi ketidakpastian ketika memasuki bidang penelitian yang belum sepenuhnya dikuasainya.

Riset Rekayasa Genetika Jadi Pengalaman Baru

Penelitian mengenai lokalisasi protein menggunakan rekayasa genetika memberikan pengalaman akademik baru bagi Bianca yang selama ini menempuh pendidikan di bidang teknologi pangan.

Program Amgen Scholar di The University of Tokyo juga membawa Bianca menjalani kegiatan penelitian jauh dari Indonesia dan beradaptasi dengan lingkungan keilmuan baru.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik Bianca dalam membangun keberanian untuk bertanya dan mempelajari hal yang sebelumnya belum dikuasainya.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026