
Pantau - Lahan pertanian di Desa Pengabuan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang selama puluhan tahun dianggap tidak produktif kini kembali menghasilkan padi melalui program pendampingan pertanian bersama PT Pertamina EP Adera Field.
Lahan seluas belasan hektare tersebut sebelumnya dibiarkan terbengkalai karena warga meyakini tanah tidak lagi dapat menghasilkan padi akibat dampak aktivitas operasional di kawasan itu.
Upaya menghidupkan kembali lahan mulai dilakukan sejumlah warga pada 2014 dengan mencoba menanam padi meski belum memiliki pengetahuan pertanian yang memadai.
Percobaan tersebut sempat terkendala banjir, tetapi sejumlah batang padi yang terbawa air ke tepi jalan justru tumbuh subur dan menghasilkan bulir.
Pendampingan Pertanian Ungkap Kendala Utama Lahan
Pertamina kemudian menerjunkan tenaga ahli pertanian untuk mendampingi petani dan melakukan kajian terhadap kondisi lahan pada tahun berikutnya.
Hasil kajian menunjukkan kendala utama pertanian bukan pencemaran limbah industri, melainkan karakteristik lahan tadah hujan yang bergantung pada curah hujan karena belum memiliki sistem irigasi teknis yang memadai.
Pendampingan selanjutnya membantu petani menangani sejumlah persoalan, mulai dari serangan tikus, burung, dan belalang hingga pengelolaan air di lahan tadah hujan.
"Saat pertama kali memulai mencoba menanam, kami hanya berharap apa ditanam dapat tumbuh dan berbuah," kata anggota Kelompok Tani Barokah, Sarbeni.
Upaya tersebut kemudian menghasilkan panen raya pertama dan menjadi titik awal pemanfaatan kembali lahan pertanian di Desa Pengabuan.
Pertamina Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan Regional I Iwan Ridwan Faizal mengatakan program pemberdayaan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas.
"Program ini dirancang untuk memastikan bahwa kehadiran industri energi memberikan multiplier effect yang nyata. Melalui program pendampingan, kami mendorong kemandirian desa melalui penguatan pertanian padi dan hortikultura, pemberdayaan kelompok masyarakat, serta pemanfaatan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah," kata Iwan Ridwan Faizal.
Program Pertanian Mandiri Desa Tangguh juga diarahkan untuk mengembangkan pertanian padi dan hortikultura sekaligus mendorong pemanfaatan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten PALI Ujang Sayib turut mengapresiasi pemberdayaan kelompok tani yang dijalankan Pertamina EP Adera di Desa Pengabuan.
"Pemerintah Kabupaten PALI memberikan apresiasi tinggi atas langkah Pertamina EP Adera dalam memberdayakan masyarakat kelompok pertanian di Desa Pengabuan. Pihaknya akan terus meningkatkan kerja sama dengan kegiatan-kegiatan yang menyangkut pemberdayaan kepada warga masyarakat," kata Ujang Sayib.
- Penulis :
- Gerry Eka




