
Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pemerintah terus berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk jaringan ritel modern, untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan beras premium bagi masyarakat.
Budi mengatakan Perum Bulog akan terus memasok beras melalui berbagai saluran distribusi, baik pasar rakyat maupun jaringan ritel modern.
“Kita terus komunikasi dengan ritel modern, biar pasokannya nanti Bulog akan terus memasok, baik di pasar rakyat maupun ritel modern,” ungkap Budi.
Pemerintah juga meminta Bulog mengoptimalkan penyaluran stok beras premium yang tersedia sebagai bagian dari kebijakan menjaga ketersediaan beras di pasar.
“Ada kebijakan dari pemerintah, dari Bulog juga akan memasok produk (tersebut),” kata Budi.
Bulog Siapkan Pasokan hingga 1 Juta Ton
Sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keamanan pasokan dan mencegah kelangkaan beras di pasar, Bulog akan menggelontorkan beras dalam jumlah besar.
Pasokan tersebut berupa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun Beras Kita dengan jumlah mencapai 1 juta ton.
“Kemarin juga sudah diumumkan akan memasok 1 juta ton, ya, untuk Beras Kita,” ujar Budi.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Bulog mengoptimalkan penyaluran stok beras premium, terutama melalui jaringan ritel modern.
Amran menekankan ketersediaan beras premium harus dipastikan dapat menjangkau masyarakat di tengah penguatan pengawasan terhadap peredaran produk beras di pasar.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan beras yang beredar memenuhi standar mutu serta informasi pada label produk sesuai dengan kondisi dan mutu beras yang dipasarkan.
Pemerintah Periksa Dugaan Perubahan Produk Beras
Penguatan pasokan dilakukan setelah pemerintah mengawasi sejumlah produk beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi ketentuan.
Amran menyampaikan pemerintah menemukan dugaan adanya perubahan produk dari beras premium menjadi beras fortifikasi.
Dugaan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan produk beras oleh empat laboratorium yang disebut kredibel.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan Bulog terus memperkuat ketersediaan beras premium di pasar konsumen melalui jaringan ritel modern.
Menurut Rizal, penyaluran melalui ritel modern merupakan bagian dari strategi Bulog untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras premium sekaligus menjaga ketersediaannya di berbagai saluran distribusi.
Perhatian khusus diberikan kepada wilayah yang memiliki tingkat kebutuhan konsumsi beras tinggi.
Berdasarkan data alokasi penyaluran, Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton setiap bulan untuk didistribusikan melalui sejumlah jaringan ritel modern.
- Penulis :
- Arian Mesa




