HOME  ⁄  Ekonomi

Kadin Bandung Barat Jajaki Pasar Dubai untuk Perluas Ekspor Kopi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kadin Bandung Barat Jajaki Pasar Dubai untuk Perluas Ekspor Kopi
Foto: Sejumlah delegasi pelaku usaha wisata asal Timur Tengah saat melihat produk kopi lokal di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (sumber: ANTARA/Ilham Nugraha)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mulai menjajaki peluang memperluas pemasaran kopi daerah tersebut ke Dubai, Uni Emirat Arab, setelah sebelumnya berhasil menembus pasar Arab Saudi dan Eropa.

Ketua Kadin Kabupaten Bandung Barat Syamsul Maarif mengatakan peluang ekspor ke Dubai menjadi salah satu potensi kerja sama yang dapat dikembangkan melalui pertemuan bisnis dengan delegasi Dubai.

Dalam pertemuan tersebut, Kadin memperkenalkan kopi Bandung Barat sebagai salah satu produk daerah yang memiliki kualitas baik dan berpeluang dipasarkan lebih luas di pasar internasional.

"Saya perlu menyampaikan bahwa di Bandung Barat terdapat produk kopi yang memiliki kualitas baik. Kami telah mengekspor kopi ke Eropa, khususnya Jerman. Saya pikir Dubai juga memiliki pasar kopi," ungkap Syamsul.

Menurut Syamsul, pengalaman menembus pasar Arab Saudi dan Jerman menunjukkan kopi Bandung Barat memiliki peluang untuk memperluas jangkauan ekspor, termasuk ke kawasan Timur Tengah.

Arabika Tangkuban Parahu Tembus Arab Saudi

Salah satu keberhasilan ekspor sebelumnya dicatat kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu asal Kecamatan Lembang yang memasuki pasar Arab Saudi melalui pengiriman perdana sebanyak empat ton.

Produk yang dikirim berupa green bean atau biji kopi hijau yang diolah menggunakan metode fermentasi nanas dengan nilai transaksi sekitar Rp800 juta.

Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial Dikdik Ramdaniansyah menjelaskan proses ekspor tersebut bermula dari pengiriman lima sampel kopi dengan metode pengolahan berbeda kepada calon pembeli di Riyadh, Arab Saudi.

Setelah menilai sampel yang dikirim, pembeli memilih kopi yang diproses menggunakan metode fermentasi nanas.

Permintaan awal dari pembeli Arab Saudi sebenarnya mencapai 25 ton kopi, tetapi Tonas Kopi baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton.

Keterbatasan pengiriman tersebut dipengaruhi kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku yang belum mampu memenuhi seluruh permintaan pembeli.

Tonas Kopi saat ini telah menyerap sekitar 50 ton kopi yang dihasilkan petani dari Desa Cibodas.

Kapasitas produksi tersebut ditargetkan meningkat sekitar dua hingga tiga kali lipat sehingga dibutuhkan pasokan bahan baku lebih dari 100 ton.

Kapasitas Produksi Diperkuat untuk Pasar Ekspor

Upaya meningkatkan kapasitas produksi petani kopi Bandung Barat sebelumnya mendapat dukungan Kementerian Ketenagakerjaan melalui program pelatihan gratis bagi sekitar 50 hingga 100 pelaku usaha kopi.

Materi pelatihan mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pembibitan, pengelolaan lahan, panen, hingga pengolahan kopi untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dari hulu sampai hilir.

Syamsul menilai peningkatan kapasitas produksi menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pasar internasional karena peluang ekspor harus diimbangi kemampuan pelaku usaha memenuhi jumlah dan spesifikasi produk yang diminta pembeli.

Dalam pertemuan dengan delegasi Dubai, Syamsul juga mengajak para delegasi melihat secara langsung salah satu produk kopi unggulan asal Bandung Barat.

"Setelah pertemuan ini, Bapak dan Ibu dapat melihat salah satu contoh kopi terbaik di Indonesia. Mungkin setelah ini kopi dari sini dapat dibawa ke Dubai," ungkap Syamsul.

Kadin Kabupaten Bandung Barat berharap pertemuan dengan delegasi Dubai menjadi pintu masuk pembukaan akses pasar baru dengan dukungan pengalaman ekspor ke Arab Saudi dan Eropa serta peningkatan kapasitas produksi petani dan pelaku usaha kopi.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026