
Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan pasokan beras sebanyak 4.434 ton dari Jawa Timur untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah dan memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara.
Tambahan stok tersebut akan digunakan untuk mendukung program bantuan pangan serta penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan tambahan pasokan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kedua program tersebut.
"Penambahan stok tersebut untuk memenuhi program bantuan pangan dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar," ungkap Budi.
Bulog Siapkan 52.000 Ton untuk Bantuan Pangan
Program bantuan pangan direncanakan kembali dilaksanakan untuk periode alokasi Oktober hingga Desember 2026 dengan sasaran sekitar 1,73 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di Sumatera Utara.
Bulog Sumut memperkirakan kebutuhan beras untuk menjalankan program bantuan pangan tersebut mencapai sekitar 52.000 ton.
Besarnya kebutuhan itu membuat Bulog Sumut membutuhkan tambahan pasokan guna memperkuat persediaan beras yang tersimpan di gudang.
Pasokan sebanyak 4.434 ton dari Jawa Timur menjadi salah satu tambahan stok yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Setelah pengiriman dari Jawa Timur, Bulog Sumut juga direncanakan menerima tambahan sebanyak 6.500 ton beras dari Jakarta.
"Sehingga kekurangan stok di gudang ditambah dengan adanya pasokan dari Jatim. Ke depan akan menyusul dari Jakarta sebanyak 6.500 ton," kata Budi.
Saat ini, ketersediaan beras di gudang Bulog Sumut tercatat sebanyak 41.235 ton.
Stok tersebut digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan periode alokasi Juli hingga September 2026 sekaligus menjalankan program SPHP di Sumatera Utara.
Bulog Pastikan Stok Beras Sumut Aman
Tambahan pasokan dari Jawa Timur dan rencana pengiriman dari Jakarta disiapkan untuk semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah hingga akhir 2026.
Dengan stok yang tersedia dan tambahan pasokan tersebut, Bulog Sumut meyakini kebutuhan beras untuk program SPHP dan bantuan pangan berada dalam kondisi aman.
"Untuk itu, kami meyakini stok beras di Sumut dalam kondisi aman, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan," ungkap Budi.
Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog Sumut menetapkan harga beras SPHP tetap mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi (HET).
Harga beras SPHP ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram agar tetap dapat dijangkau masyarakat luas.
- Penulis :
- Arian Mesa




