HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Bidik Swasembada Bawang Putih untuk Tekan Ketergantungan Impor

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Bidik Swasembada Bawang Putih untuk Tekan Ketergantungan Impor
Foto: (Sumber :Buruh mengangkut mengangkut bawang putih impor di Pasar Induk Gadang, Malang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz.)

Pantau - Pemerintah berencana mengurangi ketergantungan impor bawang putih dengan meningkatkan produksi dalam negeri sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada sejumlah komoditas pangan strategis.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut gandum, jagung, kedelai, dan bawang putih menjadi empat komoditas yang diprioritaskan pemerintah untuk dikurangi jumlah impornya.

Dari empat komoditas tersebut, peningkatan produksi bawang putih dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menuju swasembada.

"Indonesia sebenarnya dapat mencapai swasembada bawang putih, tetapi untuk mewujudkannya diperlukan upaya yang signifikan dan komprehensif."

Produksi Domestik Masih Tertinggal

Indonesia masih mengandalkan impor dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan bawang putih nasional.

Pada 2022, volume impor bawang putih Indonesia tercatat sekitar 536.000 ton, sementara produksi dalam negeri pada tahun yang sama sekitar 18.000 ton.

Perbedaan antara volume produksi domestik dan impor tersebut menunjukkan besarnya ketergantungan pasokan bawang putih dari luar negeri pada periode tersebut.

Harga bawang putih di dalam negeri juga dapat berfluktuasi mengikuti musim dan ketersediaan pasokan.

Pada 2023, harga bawang putih impor tercatat berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Pemerintah Dorong Produksi Bawang Putih

Pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pemberian bantuan benih dan pupuk kepada petani serta peningkatan luas areal tanam.

Penguatan produksi domestik menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bawang putih impor.

Upaya menuju swasembada membutuhkan peningkatan produksi secara berkelanjutan agar pasokan dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026