HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenpar Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian untuk Bangun Komunikasi Publik Terpadu dan Pariwisata Berkelanjutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpar Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian untuk Bangun Komunikasi Publik Terpadu dan Pariwisata Berkelanjutan
Foto: (Sumber :Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata, Fadjar Hutomo, saat membuka Forum Tematik Bakohumas di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata).)

Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kerja sama lintas kementerian dan lembaga untuk membangun komunikasi publik yang terpadu guna mendukung pengembangan pariwisata nasional yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) sektor pariwisata yang diselenggarakan di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenpar Fadjar Hutomo mengatakan pembangunan pariwisata Indonesia kini mengalami perubahan orientasi dari sekadar meningkatkan jumlah wisatawan menjadi menciptakan manfaat yang lebih luas.

"Target pariwisata nasional tidak lagi semata-mata berfokus pada kuantitas atau jumlah kunjungan wisatawan, melainkan berorientasi pada proses penciptaan nilai yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Fadjar Hutomo dalam forum tersebut.

Dalam siaran pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/11/2026), Fadjar menegaskan bahwa perubahan arah pembangunan pariwisata membutuhkan koordinasi antarlembaga agar kebijakan dan informasi pemerintah dapat dipahami masyarakat secara menyeluruh.

Kemenpar Dorong Transformasi Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Fadjar menjelaskan bahwa paradigma pembangunan pariwisata nasional telah mengalami transformasi menuju sektor yang lebih berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak lagi hanya diukur melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga berdasarkan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Transformasi tersebut membutuhkan dukungan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi diperlukan untuk menyelaraskan penyampaian informasi mengenai kebijakan dan program strategis pariwisata nasional.

Dengan komunikasi publik yang terpadu, masyarakat diharapkan dapat memahami arah pembangunan sektor pariwisata serta manfaat yang ingin dicapai pemerintah.

Kemenpar menilai koordinasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian target pembangunan pariwisata nasional.

Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Acuan Pengembangan Pariwisata

Sebagai bagian dari upaya memperkuat perencanaan dan komunikasi kebijakan, Kemenpar telah menerbitkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027.

Publikasi tersebut menyajikan proyeksi perkembangan pariwisata Indonesia berdasarkan analisis data, tren, dan pandangan para ahli.

Laporan itu juga mengulas sejumlah isu strategis yang diperkirakan memengaruhi arah perkembangan sektor pariwisata nasional pada 2027.

Kemenpar berharap publikasi tersebut dapat menjadi acuan bagi kementerian dan lembaga dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan pariwisata.

Selain pemerintah pusat, laporan tersebut juga ditujukan bagi pemerintah daerah, akademisi, media massa, dan masyarakat.

Informasi yang disajikan diharapkan membantu berbagai pihak merumuskan langkah kolaboratif yang lebih terarah dalam pengembangan pariwisata nasional.

Kemkomdigi Soroti Pentingnya Infrastruktur Digital di Destinasi Wisata

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Molly Prabawati menyoroti perubahan kebutuhan wisatawan seiring meningkatnya konektivitas dan digitalisasi.

Menurut Molly, perkembangan teknologi telah meningkatkan harapan masyarakat terhadap kemudahan mobilitas, transaksi nontunai, serta ketersediaan informasi yang transparan.

Kondisi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur digital yang memadai di berbagai destinasi pariwisata Indonesia.

Selain memberikan kemudahan bagi wisatawan, teknologi digital juga memengaruhi cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi mengenai destinasi wisata.

Molly mengingatkan bahwa kecepatan penyebaran informasi di ruang digital dapat meningkatkan risiko krisis reputasi bagi sektor pariwisata.

Persoalan mengenai kenyamanan wisatawan, tarif layanan, maupun kelestarian lingkungan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik dan memengaruhi citra destinasi.

"Di sinilah letak peran krusial kita bersama. Pariwisata yang tangguh tidak hanya dibangun oleh keelokan alam dan fasilitas fisik semata, melainkan harus dirawat dan diperkuat oleh kepercayaan dan narasi publik yang solid," ujarnya.

Bakohumas Siapkan Tiga Strategi Komunikasi Pariwisata Nasional

Dalam forum tersebut, Molly menyampaikan tiga fokus strategi komunikasi yang perlu diperkuat oleh jajaran hubungan masyarakat pemerintah.

Strategi pertama adalah membangun komunikasi pariwisata yang terintegrasi melalui peningkatan kolaborasi antaranggota Bakohumas.

Langkah tersebut bertujuan menyelaraskan informasi dan pesan mengenai kebijakan pariwisata yang disampaikan kepada masyarakat.

Strategi kedua adalah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi disinformasi serta berbagai isu yang berpotensi merugikan reputasi pariwisata Indonesia.

Menurut Molly, kesiapan komunikasi diperlukan agar persoalan yang berkembang di ruang digital dapat ditangani secara tepat.

Sementara itu, strategi ketiga adalah menghadirkan komunikasi publik yang lebih humanis melalui penyampaian cerita autentik dari masyarakat lokal.

Molly menilai kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat memberikan pemahaman lebih kuat mengenai manfaat pembangunan pariwisata dibandingkan penyampaian data statistik semata.

"Tantangan pariwisata 2026–2027 menuntut kita adaptif, kolaboratif, dan melangkah dalam satu irama. Semoga forum tematik Bakohumas hari ini dapat melahirkan gagasan konkret, memperkuat sinergi antarlembaga, serta memberi kontribusi bagi pariwisata Indonesia," ujar Molly.

Melalui forum tersebut, Kemenpar dan Kemkomdigi mendorong penguatan koordinasi komunikasi pemerintah untuk mendukung kepercayaan publik serta pembangunan pariwisata nasional yang berkualitas dan berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026