
Pantau - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang bersama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pemilik PLTU Batang menggelar sosialisasi dan kampanye keselamatan pelayaran bagi nelayan serta pengguna jasa perairan untuk mencegah risiko kecelakaan di laut.
Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang Sugiyanto mengatakan pemahaman mengenai alur pelayaran dan penanganan potensi risiko penting untuk menekan angka kecelakaan laut.
"Keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar atau UPP tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Keselamatan tidak cukup hanya dipahami tetapi harus dilatih, dibiasakan dan dipraktikkan," katanya di Batang, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2026).
Empat Pilar Keselamatan Pelayaran Ditekankan
Sugiyanto mengatakan terdapat empat pilar utama keselamatan laut, yakni kesiapan sumber daya manusia, kelaikan armada kapal, keselamatan penumpang, serta kewaspadaan terhadap cuaca dan lingkungan.
"Nakhoda dan awak kapal perlu memastikan kompetensi dan kesiapan sebelum berlayar, sementara operator wajib memastikan kapal laik laut dan seluruh peralatan keselamatan berfungsi dengan baik," katanya.
External Relation Manager Bhimasena Power Indonesia Bagus Dona Doni mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi perusahaan dengan pemerintah untuk meningkatkan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.
"Kegiatan operasional kami sebagai Objek Vital Nasional meliputi wilayah daratan dan perairan sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama bagi seluruh pihak untuk tetap menjaga dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di perairan," katanya.
Nelayan Terima Perlengkapan Keselamatan
BPI berharap kolaborasi pemerintah, aparat, pelaku usaha, operator pelayaran, dan masyarakat dapat memperkuat budaya safety first sehingga keselamatan menjadi kebiasaan dalam aktivitas pelayaran di perairan Batang.
Pada akhir kegiatan, BPI menyerahkan life jacket kepada perwakilan Rukun Nelayan Roban Timur, Rukun Nelayan Roban Barat, Rukun Nelayan Ujungnegoro, dan Rukun Nelayan Seturi.
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung penggunaan perlengkapan keselamatan oleh nelayan dalam aktivitas melaut sehari-hari.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




