
Pantau - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menginstruksikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Binjai-Langsa seksi Binjai-Pangkalan Brandan beroperasi penuh dan memenuhi seluruh kaidah teknis jalan tol sebelum libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Dudung mengatakan JTTS memiliki peran dalam menghubungkan pusat produksi, kawasan industri, perkebunan, dan pariwisata di sepanjang Pulau Sumatera.
"JTTS bukan sekadar membangun infrastruktur beton, melainkan urat nadi pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan pusat-pusat produksi, kawasan industri, perkebunan, dan pariwisata di sepanjang Pulau Sumatera," ujar Dudung dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut Dudung, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan infrastruktur memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional serta kesejahteraan masyarakat.
KSP Soroti Kendala Administrasi Lahan
Dudung mengatakan ruas Binjai-Pangkalan Brandan telah beroperasi saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 serta membantu mengurai kepadatan lalu lintas dari Medan menuju Aceh.
Namun, menurut dia, masih terdapat hambatan administrasi pada sejumlah bidang tanah yang belum diselesaikan, termasuk persoalan peralihan hak atau jual-beli tanah di atas Surat Keputusan Penetapan Lokasi untuk jalan tol.
Sejumlah bidang tanah juga masih memiliki bangunan di bahu jalan utama sehingga ruas tol tersebut belum sepenuhnya beroperasi sesuai kaidah teknis jalan tol.
Dudung meminta Kementerian ATR/BPN bersama kantor wilayah dan kantor pertanahan memberikan dukungan untuk menyelesaikan kendala tersebut.
"Saya menginstruksikan, sebelum libur Natal tahun 2026 dan Tahun Baru 2027, tol harus beroperasi dengan memenuhi seluruh kaidah teknis jalan tol," tegasnya.
Tol Disebut Berperan saat Banjir
Dudung juga menyoroti pemanfaatan jalan tol ketika banjir besar melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat pada akhir tahun sebelumnya.
"Yang menyentuh bagi saya, saat bencana banjir besar melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu, infrastruktur tol dan rest area beralih fungsi menjadi jalur penyelamat bagi masyarakat sekitar," katanya.
Menurut Dudung, posisi jalan tol yang lebih tinggi dibandingkan daratan di sekitarnya membuat infrastruktur tersebut digunakan sebagai tempat perlindungan warga yang mengungsi.
Ia juga menyebut jalan tol digunakan sebagai jalur bagi truk logistik serta truk tangki BBM dan LPG untuk memasok kebutuhan masyarakat ketika jalur arteri nasional tidak dapat dilalui akibat genangan air.
- Penulis :
- Aditya Yohan




