
Pantau - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyatakan siap mendukung kelancaran distribusi biodiesel ke seluruh wilayah Indonesia melalui layanan maritim yang aman, andal, dan terintegrasi.
Direktur Pemasaran PTK Albertus Anto Budi Santosa mengatakan operasional kelautan terintegrasi menjadi kunci menjaga pasokan energi antarpulau sekaligus mendukung perkembangan ekosistem biodiesel nasional.
"Sebagai negara kepulauan, distribusi energi di Indonesia sangat bergantung pada konektivitas laut. PTK mengambil peran pada sisi maritim sebagai penghubung antara kapal dan terminal, sehingga pergerakan energi dapat berlangsung dengan aman, tepat waktu dan andal. Peran ini juga menjadi bagian dari dukungan kami terhadap perkembangan ekosistem biodiesel nasional," ujar Albertus dalam forum "6th Palm Biodiesel Conference 2026" di Nusa Dua, Bali.
Forum tersebut menjadi ajang tahunan bagi para pemangku kepentingan industri biodiesel nasional untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai keberlanjutan biodiesel pada masa mendatang.
PTK Fokus pada Keselamatan dan Efisiensi Distribusi
Sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PTK menghubungkan kapal dengan pelabuhan terminal energi atau port secara terintegrasi.
Operasional perusahaan difokuskan pada aspek keselamatan, efisiensi, kepatuhan terhadap regulasi, kesiapan sandar dan lepas sandar kapal, perlindungan lingkungan, serta ketersediaan tenaga kerja kompeten dan bersertifikat.
"PTK mengedepankan aspek keamanan dan keandalan kinerja. Tujuan kami, supaya pelanggan PTK berjalan dengan aman, tepat waktu dan efisien, terlebih dalam distribusi biodiesel ini," jelas Albertus.
Peran PTK dalam ekosistem biodiesel berkembang sejalan dengan peningkatan implementasi program biodiesel nasional.
Sejak penerapan mandatori biodiesel 2,5 persen atau B2,5 pada 2008, PTK telah mendukung konektivitas maritim dalam jaringan distribusi energi Pertamina melalui vessel support, marine services, serta operasi kapal dan terminal.
Kebutuhan Logistik Biodiesel Terus Berkembang
Peran PTK bertambah pada 2019 ketika kebutuhan distribusi bahan baku nabati FAME meningkat seiring perluasan penerapan B20 dan persiapan menuju B30.
Pada periode tersebut, PTK mendapat mandat tambahan untuk mengelola FAME floating storage dan ship-to-ship operation di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pengoperasian fasilitas tersebut ditujukan untuk menambah kapasitas penyimpanan sekaligus meningkatkan fleksibilitas distribusi biodiesel menuju wilayah Indonesia timur.
PTK menyatakan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan logistik maritim yang semakin luas dan fleksibel seiring peningkatan komponen nabati dalam program biodiesel nasional.
"PTK berkomitmen menjaga keselamatan dan keandalan logistik maritim biodiesel guna mendukung kesinambungan pasokan energi di seluruh Indonesia melalui kolaborasi yang semakin erat dengan para mitra strategis, bekerja sama dengan anggota Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi)," sebut Albertus.
- Penulis :
- Aditya Yohan




