
Pantau - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) memfokuskan kebijakan pada 2026 untuk melakukan streamlining atau penataan perusahaan pelat merah guna meningkatkan kinerja, memperkuat bisnis inti, dan mendorong daya saing hingga tingkat global.
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata mengatakan penataan tersebut menjadi salah satu agenda utama pemerintah sepanjang tahun ini.
“Pada tahun ini, kami lakukan focusing on the streamlining business,” ujar Tedi dalam ANTARA Business Forum di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Program streamlining diarahkan untuk memperbaiki fokus perusahaan pada bisnis inti atau core business, memperbesar skala perusahaan, serta meningkatkan kontrol terhadap anak dan cucu perusahaan.
BUMN Diminta Kembali Fokus ke Bisnis Inti
Tedi mengatakan penguatan bisnis inti diperlukan agar BUMN tidak menjalankan terlalu banyak jenis usaha sekaligus.
“Jangan semuanya dikerjakan sendiri, palugada. Itu zaman dulu, semuanya dikerjakan sendiri. Nggak boleh, ya. Sekarang harus kembali ke core business (bisnis inti),” ujar Tedi.
Selain memperkuat bisnis inti, BP BUMN mendorong konsolidasi perusahaan yang menjalankan bidang usaha serupa agar tidak saling bersaing.
“BUMN ini skalanya ya jangan kecil-kecil. Perusahaan yang sama bersaing, enggak perlu. Jadilah satu, sehingga skalanya lebih besar,” ujar dia lagi.
Menurut Tedi, BUMN yang telah memiliki skala besar di Indonesia selanjutnya dapat memperluas persaingan ke pasar regional hingga global.
“Terkait kontrol, dulu kontrolnya kurang kepada anak, cucu (perusahaan), gitu ya. Ini kita harus kontrolnya lebih baik,” kata Tedi.
Jumlah Perusahaan Dibidik Jadi 250-300
Melalui penataan tersebut, BP BUMN membidik pengurangan lebih dari seribu perusahaan menjadi sekitar 250-300 perusahaan pelat merah.
“Harapan kami adalah dengan pelaksanaan dari program ini, kami akan melihat, ya, dengan visibility yang lebih baik kepada BUMN-BUMN kita,” ujar Tedi.
Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 274 entitas BUMN dan anak usaha telah ditata melalui proses likuidasi, merger, dan divestasi.
BP BUMN bersama Danantara juga terus mematangkan transformasi perusahaan negara melalui penyusunan peta strategi lima tahun.
Peta strategi tersebut disiapkan sebagai pedoman untuk membangun perusahaan negara yang lebih sehat, kompetitif, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
- Penulis :
- Aditya Yohan




