HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS saat Harga Minyak Kembali Melonjak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS saat Harga Minyak Kembali Melonjak
Foto: (Sumber :Arsip foto - Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc..)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/9/2026) pagi yang menurut Analis Doo Financial Lukman Leong dipengaruhi lonjakan harga minyak setelah Iran meragukan kemajuan perundingan perdamaian dengan AS.

“Harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Rupiah pada pembukaan perdagangan melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp17.864 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.818 per dolar AS.

Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Mengutip Xinhua, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik 1,64 dolar AS atau 1,81 persen dan ditutup pada level 92,16 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November juga meningkat 3,83 dolar AS atau 3,86 persen menjadi 103,08 dolar AS per barel di bursa London ICE Futures.

Kenaikan harga minyak tersebut menjadi salah satu faktor yang menurut Lukman memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah.

Penguatan Dolar AS Ikut Tekan Rupiah

Lukman mengatakan rupiah juga melemah seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

“70 persen kenaikan 25 bps (basis points) di bulan Oktober dan lebih dari 50 persen kenaikan lagi di Desember,” ujar Lukman.

Berdasarkan sejumlah faktor tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026