
Pantau - Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam melarang penerbangan dari dan menuju Iran setelah Washington memberlakukan sanksi terhadap sektor penerbangan negara tersebut.
Pernyataan Rezaei disampaikan pada Rabu setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin mengancam bahwa mulai 23 September maskapai Iran tidak dapat mengoperasikan penerbangan dan tidak akan memperoleh layanan darat akibat sanksi.
“Jika Anda melarang penerbangan kami dan mulai bekerja sama dengan AS, bandara Anda tidak akan lagi bisa mengoperasikan penerbangan. Jika Anda berpihak kepada AS, kami tidak akan berhubungan dengan Anda lagi,” kata Rezaei seperti dikutip kantor berita Iran YJC.
Iran Singgung Kemungkinan Serangan AS
Rezaei mengatakan Presiden AS Donald Trump mungkin berencana menyerang fasilitas nuklir Iran atau fasilitas yang berada di kawasan pegunungan Iran.
“Angkatan bersenjata kami siap melakukan tindakan pembalasan,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan menyusul kebijakan sanksi AS terhadap penerbangan Iran.
Iran Upayakan Penerbangan Tetap Berjalan
Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran Majid Akhavan pada Selasa mengatakan Iran sedang mengupayakan keberlanjutan operasional maskapai negara tersebut di tengah sanksi AS.
Menurut Akhavan, seluruh penerbangan Iran saat itu masih beroperasi sesuai jadwal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




