
Pantau - Polri mengerahkan ratusan personel untuk menangani dampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai dari membuka akses jalan, membersihkan material lumpur, mencari warga yang belum ditemukan, hingga memberikan trauma healing kepada masyarakat terdampak.
“Penanganan seperti ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga seluruh unsur bersama-sama bergerak sesuai tugas dan perannya, baik dalam membuka akses, membantu pencarian warga yang masih belum ditemukan, membersihkan material, maupun memberikan dukungan kepada masyarakat,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Trunoyudo mengatakan penanganan dilakukan setelah banjir bandang menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan sejumlah wilayah di Kayu Aro, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/9/2026) malam.
Ratusan Personel Buka Jalur Solok-Padang
Sekitar 300 personel Satbrimob Polda Sumatera Barat bersama satu kompi personel Direktorat Samapta dikerahkan sejak malam untuk membantu membuka jalur utama Solok-Padang yang sempat tertutup material longsor.
Personel bersama masyarakat dan unsur terkait membersihkan endapan lumpur serta bebatuan menggunakan peralatan manual, kendaraan taktis, dan mesin pompa air.
Selain membuka akses jalan, personel kepolisian bersama tim SAR gabungan melakukan pendataan rumah dan warga terdampak serta membantu pencarian warga yang masih belum ditemukan.
Personel Satbrimob Polda Sumatera Barat juga membantu warga membersihkan material lumpur yang merendam kawasan permukiman menggunakan sekop dan gerobak dorong.
“Penanganan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga kondisi masyarakat yang terdampak. Karena itu, Polri bersama unsur terkait terus menyesuaikan langkah di lapangan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam proses evakuasi, pencarian, pembersihan, maupun pendataan dampak bencana,” katanya.
Polres Solok Berikan Trauma Healing
Polres Solok melalui tim konselor juga menggelar trauma healing bagi anak-anak dan warga yang terdampak banjir bandang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kompleks Nuansa Griya Arosuka Tahap 1 dan 2 serta lokasi pengungsian di rumah dinas Wakil Bupati Solok di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.
“Kehadiran personel di tengah masyarakat, bersama unsur lainnya, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga melewati situasi sulit setelah bencana,” katanya.
Trunoyudo mengatakan Polri bersama unsur terkait masih melanjutkan penanganan di wilayah terdampak dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Seluruh langkah ini dilakukan secara bertahap dan melalui kerja bersama. Polri tidak berjalan sendiri, tetapi bersinergi dengan pemerintah daerah, tim SAR, TNI, dan unsur terkait lainnya, termasuk masyarakat, agar setiap kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara bersama-sama,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




