
Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan penguatan sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, dan inovasi menjadi pilar penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Arif dalam Puncak Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Arif mengutip endogenous growth theory yang dirumuskan Paul Romer, peraih Nobel Ekonomi 2018, mengenai peran inovasi dan human capital dalam pertumbuhan ekonomi.
“Jadi, human capital dan penguasaan teknologi dan inovasi itu dua kata kunci yang kemudian akan menjadi pilar bagi kemajuan ekonomi,” kata Arif.
Menurut Arif, tren perekonomian global telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan sekitar tiga dekade lalu.
Jika sebelumnya kekuatan ekonomi negara banyak bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, menurut dia, peran teknologi dan inovasi kini semakin penting.
Indonesia Berada di Posisi Ke-55 Indeks Inovasi
Arif mengatakan analisis indeks inovasi global menunjukkan skor inovasi suatu negara memiliki korelasi positif dengan peningkatan pendapatan per kapita.
Ia menyebut Indonesia saat ini berada pada urutan ke-55 dunia dalam indeks inovasi.
Arif meminta mahasiswa dan generasi muda tidak pesimistis terhadap posisi Indonesia dalam pengembangan riset dan inovasi.
Ia mencontohkan China yang menurutnya memiliki kondisi serupa dengan Indonesia sekitar tiga dekade lalu, tetapi kini telah mencatatkan hingga 1,8 juta paten seiring perkembangan teknologinya.
BRIN Dorong Penguatan SDM
“Maksud saya apa, yang kecil nggak selamanya kecil, yang besar nggak selamanya besar. Jadi kalau saya tadi menyampaikan posisi kita 55 dunia dalam skor innovation index, dan berarti yang lain-lain juga kira-kira segitu, dan juga berarti top perguruan tinggi 200 dunia juga belum banyak di Indonesia, itu korelasinya sangat nyata sekali. Dan ini menggambarkan bahwa kita punya start, kita punya baseline, sekarang tergantung bagaimana kita meningkatkan kecepatan untuk meraih apa yang kita impikan,” ujar Arif.
Arif menekankan kapasitas SDM unggul perlu terus diperkuat sebagai salah satu pengungkit agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




