HOME  ⁄  Ekonomi

Pemanfaatan Agentic AI Dinilai Krusial Perkuat Keandalan Jaringan Listrik Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemanfaatan Agentic AI Dinilai Krusial Perkuat Keandalan Jaringan Listrik Nasional
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas Pertamina memeriksa sistem penyimpanan daya baterai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Batam, Kepulauan Riau, Senin (21/9/2026). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/YU..)

Pantau - Pemanfaatan teknologi analitik kecerdasan buatan atau agentic AI dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkuat keandalan jaringan listrik nasional dalam menghadapi peningkatan integrasi energi terbarukan di Indonesia.

CEO Kayak Analytics Gibert Espinosa mengatakan teknologi yang digunakan dalam pengembangan sistem energi perlu disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.

"Ambisi energi Indonesia patut didukung teknologi yang dirancang sesuai kebutuhan Indonesia," kata Gibert dikutip di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Penguatan sistem kelistrikan melalui digitalisasi dan analitik tingkat tinggi dinilai diperlukan untuk mendukung proyek energi pemerintah, termasuk program pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2026.

AI Pantau Kondisi Jaringan dan Aset Kelistrikan

Menurut Gibert, pengembangan energi terbarukan dalam skala besar membutuhkan pemantauan terhadap kinerja pembangkit surya, kondisi penyimpanan baterai, dan kesehatan seluruh aset jaringan.

Pemantauan tersebut diperlukan agar risiko gangguan pasokan listrik dapat diantisipasi secara lebih presisi.

Pengolahan data operasional secara mandiri oleh tenaga ahli dalam negeri juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan pengelolaan infrastruktur kelistrikan untuk jangka panjang.

Penerapan teknologi analitik terpadu dapat menyatukan data operasional dari gardu induk, pembangkit tenaga surya, angin, air, hingga sistem penyimpanan energi baterai dalam satu platform pemantauan.

Melalui pendekatan kecerdasan buatan, sistem dapat menyelidiki perilaku abnormal secara otomatis, menghimpun data rekayasa teknis, serta menyusun rekomendasi tindakan bagi operator sebelum terjadi kerusakan aset.

Penggunaan model rekayasa yang memadukan data operasional terkini dan historis juga disebut dapat mendukung pemeliharaan prediktif pada infrastruktur vital, termasuk gardu induk dan transformator utama.

Kedaulatan Data dan Alih Pengetahuan Jadi Perhatian

Gibert menilai penerapan teknologi kelistrikan modern di Indonesia harus tetap berlandaskan prinsip kolaborasi teknis dan kedaulatan data nasional.

Tata kelola data operasional serta akses sistem dalam kerja sama teknologi energi berbasis AI dinilai perlu ditempatkan pada infrastruktur terdistribusi di dalam negeri.

Penerapan teknologi tersebut juga perlu dibarengi program alih pengetahuan atau transfer of knowledge secara berkelanjutan kepada tenaga ahli lokal untuk memperkuat kemampuan pengelolaan sistem kelistrikan nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026